Model ini diimpor langsung dari Thailand (CBU), yang kualitas produksinya dikenal baik. Saat diluncurkan, harganya berada di kisaran Rp25–30 juta, cukup tinggi untuk ukuran skuter matik 125 cc pada masanya.
PCX 125 CBU dibekali mesin SOHC berkapasitas 124,9 cc dengan tenaga maksimum 11 PS pada 8.500 rpm dan torsi maksimum 11,6 Nm pada 6.000 rpm, menggunakan sistem injeksi PGM-FI. Menariknya, ini adalah motor Honda pertama yang mengusung teknologi Idling Stop System (ISS), membuat starter motor terasa sangat halus pada saat itu.
Desainnya proporsional dan unik, tidak terkesan terlalu kecil atau terlalu besar, sehingga tampak pas dilihat dari berbagai sudut. Proporsi inilah yang membuat tampilannya tetap relevan hingga sekarang.
Baca Juga:5 Rekomendasi Mobil untuk Mahasiswa dan Pengemudi PemulaCara Membersihkan NIK KTP di SLIK OJK agar Bisa Mengakses Pinjol Kembali
Karena desainnya yang “timeless” dan permintaan yang masih tinggi, harga bekas PCX 125 CBU tergolong stabil. Di pasar saat ini, motor ini dijual di kisaran Rp18–20 juta dalam kondisi standar. Dengan demikian, depresiasi harganya hanya sekitar 30–40% dalam lebih dari 10 tahun, menjadikannya salah satu motor dengan nilai jual kembali terbaik di kelasnya.
3. Honda CBR 150R “Old”
Pada tahun 2003, Honda menghadirkan CBR 150R versi CBU dari Thailand untuk pasar Indonesia. Motor ini langsung menjadi incaran para pecinta motor sport fairing karena mesinnya bertenaga, desainnya kental dengan nuansa balap, dan statusnya sebagai motor impor yang tergolong eksklusif pada zamannya.
Harga barunya saat itu berada di kisaran Rp28–30 juta, angka yang cukup tinggi untuk awal era 2000-an. Dibekali mesin DOHC berpendingin cairan berkapasitas 149,4 cc, motor ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 17,6 PS pada 10.500 rpm dan torsi puncak 12,6 Nm pada 8.500 rpm.
Daya tarik CBR 150R “Old” terletak pada desainnya yang proporsional dari depan hingga belakang, tanpa ada bagian yang terlihat “terlalu besar” atau “terlalu kecil”. Bentuk ramping dan proporsinya yang seimbang membuatnya menjadi salah satu motor dengan desain yang timeless.
Tak heran jika hingga kini motor ini masih diburu kolektor. Di pasaran, harga bekasnya berada di kisaran Rp25–35 juta, tergantung kelengkapan dan keaslian komponennya. Artinya, dalam 20 tahun terakhir, depresiasi harganya hanya sekitar 15%, bahkan bisa dikatakan tidak mengalami depresiasi sama sekali jika kondisinya terawat baik.
