4. Honda Grand Astrea
Grand Astrea adalah motor bebek ikonik era 1990-an, sebelum hadirnya generasi Supra. Saat pertama kali diluncurkan, harganya hanya berkisar Rp6–8 juta.
Motor ini dibekali mesin SOHC berkapasitas 97,1 cc, menghasilkan tenaga maksimum 7,5 PS pada 8.000 rpm dan torsi puncak 7,2 Nm. Meskipun spesifikasinya sederhana, Grand Astrea memiliki nilai sejarah yang tinggi. Motor ini menjadi legenda di masanya dan membangkitkan nostalgia bagi banyak orang.
Menariknya, Grand Astrea nyaris tidak mengalami depresiasi harga, bahkan pada awal 2000-an. Kini, di pasar motor bekas, harganya berkisar Rp5–8 juta. Bahkan, unit yang kondisinya 100% orisinal dan terawat bisa dihargai puluhan juta rupiah. Dengan kata lain, nilai depresiasinya hampir 0% sepanjang usianya.
Baca Juga:5 Rekomendasi Mobil untuk Mahasiswa dan Pengemudi PemulaCara Membersihkan NIK KTP di SLIK OJK agar Bisa Mengakses Pinjol Kembali
5. Honda NSR 150 SP
Honda NSR 150 SP adalah motor sport 2-tak legendaris yang diproduksi di Thailand dan masuk ke Indonesia pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Varian SP merupakan tipe tertinggi di jajaran NSR 150, dibekali fitur balap dan spesifikasi mesin yang lebih buas dibandingkan varian standar.
Harga barunya dulu berada di kisaran Rp28–30 juta, angka yang terbilang mahal pada masanya. Motor ini mengusung mesin 2-tak, 1 silinder, berkapasitas 149 cc yang sanggup menghasilkan tenaga maksimum 38 PS pada 10.500 rpm dan torsi puncak 26 Nm pada 9.000 rpm. Angka ini bahkan masih mengesankan di era modern.
Keistimewaannya terletak pada DNA balap yang diturunkan langsung dari MotoGP NSR 500. Selain mesinnya yang luar biasa, NSR 150 SP dilengkapi fitur unik seperti Pro-Arm, RC Valve, dan kunci kontak khusus.
Karena statusnya sebagai CBU dan nilai historisnya yang tinggi, harga motor ini saat ini bisa dikatakan “tidak masuk akal” atau ghaib. Penjual bisa mematok harga sesuka hati, mulai dari Rp100 juta, Rp200 juta, bahkan hingga miliaran rupiah, tergantung kondisi dan kelengkapannya.
Itulah 5 motor Honda yang terbukti memiliki harga bekas sangat stabil, bahkan ada yang nyaris tidak mengalami depresiasi sama sekali. Faktor yang memengaruhi kestabilan harga tersebut antara lain desain yang timeless, performa mesin yang andal, nilai sejarah, status sebagai unit CBU, dan daya tarik koleksi yang kuat di mata penggemar.
