JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyampaikan komitmennya dalam hal sertifikasi aset. Ditargetkan seluruh aset milik Pemprov dapat bersertifikat secara keseluruhan pada tahun 2027.
Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan, Rabu (13/8), sekaligus sebagai jawaban atas Pandangan Umum sejumlah Fraksi DPRD Jabar terkait pembahasan Perubahan APBD 2025.
Erwan menjabarkan, setidaknya ada 5680 bidang aset yang didata. “Yang sudah bersertifikat baru 2431, sedangkan yang belum tersertifikat ada 3249 bidang,” katanya.
Baca Juga:Banyak Kawasan Industri, Pengusaha Australia Didorong Investasi di Jawa Tengah Newcastle Resmi Gaet Malick Thiaw dari AC Milan, Kontrak Empat Tahun
Menurut Erwan, Pemprov punya komitmen serius untuk menuntaskan hal tersebut. Targetnya, 2025 adalah 538 bidang bisa tuntas.
Kemudian tahun 2026 nanti 1478 bidang dan target 2027 bisa merampungkan 1233 bidang. “Sehingga dalam 3 tahun ke depan semua aset sudah bersertifikat, ” cetusnya.
Di sisi lain, masalah aset memang selalu menjadi catatan temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa tahun terakhir.
Misalnya sebanyak 228 sekolah yang menjadi aset Pemerintah Provinsi Jabar masih berstatus numpang atau berdiri di atas tanah milik pihak lain. Mulai dari tanah desa, hingga milik TNI.
Data itu berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait keuangan Pemprov tahun anggaran 2023. Rinciannya, 111 SMAN, 86 SMKN, dan 31 SLBN.
Kemudian juga hasil audit untuk APBD 2024. Penataan aset juga menjadi catatan temuan BPK. (son)
