Kebakaran Hutan Meluas di Spanyol, Ribuan Warga Dievakuasi dan Satu Tewas

Kebakaran Hutan Meluas di Spanyol, Ribuan Warga Dievakuasi dan Satu Tewas
Ilustrasi kebakaran hutan (SUMBER FOTO: Freepik, dibuat oleh AI)
0 Komentar

JABAR EKSPRES- Ribuan warga di berbagai wilayah Spanyol terpaksa mengungsi akibat kebakaran hutan yang semakin meluas, sementara satu orang dilaporkan meninggal akibat luka bakar parah, menurut laporan media setempat.

Kantor berita Europa Press pada Senin melaporkan bahwa sekitar 100 orang dievakuasi dari Gran Hotel Los Angeles di pinggiran Madrid. Satu korban luka bakar berat yang sebelumnya dirawat akhirnya meninggal dunia.

Badan Keamanan dan Situasi Darurat Wilayah Otonomi Madrid mencatat total 180 warga harus mengungsi akibat kebakaran ini.

Baca Juga:Tim Voli Putri U-21 Serbia Pastikan Lolos ke 16 Besar Kejuaraan Dunia 2025Macron Sewa Detektif Swasta untuk Telusuri Tuduhan Palsu terhadap Brigitte Macron

Di wilayah Castile dan Leon, 14 titik kebakaran hutan menghancurkan sebagian besar area, dengan 10 di antaranya tergolong kebakaran besar. Wilayah Provinsi Leon dan Zamora menjadi yang paling terdampak, memaksa sekitar 2.500 orang meninggalkan rumah mereka, menurut laporan El Espanol pada Selasa.

Sementara itu, di Andalusia, sebanyak 2.000 warga juga dievakuasi. Namun, pihak berwenang setempat telah mengizinkan sekitar 700 orang di antaranya untuk kembali ke rumah.

Dampak kebakaran turut mengganggu jalur transportasi. Layanan kereta api yang menghubungkan Madrid dan Galicia terpaksa dihentikan sementara oleh operator Renfe.

Kebakaran hutan di Spanyol dipicu oleh kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia. Gelombang panas ekstrem disertai cuaca kering melanda sebagian besar wilayah, dengan suhu 5–10°C di atas rata-rata musiman.

Kondisi ini membuat tanah dan vegetasi sangat kering, meningkatkan risiko api menyebar luas. Aktivitas manusia, seperti percikan api dari mesin yang digunakan untuk membersihkan semak atau mengelola bahan bakar di lahan pertanian, juga menjadi pemicu. Polisi setempat menduga kebakaran besar sebelumnya disebabkan oleh hal ini.

Selain itu, perubahan iklim membuat hutan berada dalam kondisi “stres” ekologis, menghasilkan biomassa kering berlebih yang mudah terbakar. Angin kencang memperparah situasi dengan mempercepat penyebaran api, sehingga sulit dikendalikan.

Meskipun ratusan petugas dan alat berat, termasuk pesawat pengebom air, dikerahkan untuk pemadaman, risiko kebakaran tetap tinggi karena cuaca tidak mendukung.*

SUMBER: ANTARA

0 Komentar