Selain itu, perusahaan memperluas portofolio produknya dengan lima merek utamanya yaitu Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Semen Grobogan, Semen Bosowa, dan Semen Jempolan.
”Indocement terus melebarkan sayapnya melalui ekspansi bisnis dengan penambahan pabrik dan terminal semen serta peningkatan armada logistik termasuk kapal agar produk kami semakin mudah diakses oleh masyarakat.” Tambah Christian Kartawijaya.
Rangkaian Kegiatan HUT ke-50: Merayakan Bersama, Memberi Makna
Dalam rangka menyambut HUT ke-50, Indocement menggelar 50 kegiatan dari awal tahun 2025 yang melibatkan para pemangku kepentingan Indocement.
Baca Juga:Warga Lebaksari Ngamprah Protes, Janji Penanganan Banjir Cuma RetorikaPeringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah, Ini Acara yang Bisa Kamu Ikuti
Salah satu acara utama adalah Piknik Ceria Keluarga Indocement di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 2 Agustus 2025, yang diikuti oleh lebih dari 5.000 peserta.
Pada kesempatan tersebut, Indocement mencetak rekor MURI untuk kegiatan Membatik di Sak Semen oleh 5.000 peserta, sekaligus meluncurkan kantong semen edisi khusus HUT ke-50.
Indocement juga mengundang 50 seniman dari lima komunitas seni untuk melukis di atas kantong semen, yang kemudian digunakan sebagai media penggalangan dana untuk pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi para pekerja konstruksi atau tukang bangunan di berbagai daerah.
Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan.
Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 4.400 orang.
Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta dua pabrik dan satu grinding mill dengan sistem sewa dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 33,5 juta ton semen. Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan; satu pabrik di Grobogan, Jawa Tengah; dua pabrik di Maros, Sulawesi Selatan, dan satu grinding mill di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pada 2022, Indocement telah mengoperasikan Pabrik Maros setelah menandatangani Perjanjian Sewa Pakai Aset dengan PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Corporindo. Heidelberg Materials AG telah menjadi pemegang saham mayoritas Indocement sejak 2001.
