Banjar Car Free Night Sukses Digelar, akan Jadi Agenda Bulanan Pendorong Ekonomi dan Gairah Kota

Banjar Car Free Night Sukses Digelar, akan Jadi Agenda Bulanan Pendorong Ekonomi dan Gairah Kota
Pengunjung memadati jalan Letjen Soewarto Kota Banjar yang dijadikan lokasi car free night perdana, pada Sabtu (9/8/2025). (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Sementara itu, 30 stan lainnya dialokasikan untuk layanan publik yang memudahkan warga, seperti perpanjangan SIM, pembayaran pajak kendaraan, dan kegiatan donor darah.

Eris Kristian, Ketua Banjar Creative Hub selaku penggagas utama acara, menyebut Banjar Car Free Night sebagai “program berbasis potensi lokal” yang dirancang untuk merangkul semua elemen masyarakat.

“Dengan situasi ekonomi yang tidak menentu, ini bukan waktunya mengeluh. Justru saatnya kita bangkit,” tegas Eris.

Baca Juga:Gelar Operasi Gabungan, Ratusan Kendaraan di Banjar Terjaring Razia PajakPedagang Pasar Banjar Tolak Rencana Penertiban Kios di Sempadan Sungai Citanduy, Ini Kata Pemkot

Ia menambahkan bahwa acara ini telah menjadi ajang pertemuan yang dinamis, menarik warga tidak hanya dari dalam kota tetapi juga dari luar daerah.

Pengunjung datang dengan beragam tujuan, mulai dari mengikuti lari malam Run Banjar Night, menikmati pentas seni dari berbagai komunitas lokal, hingga sekadar berjalan santai bersama keluarga sambil mencicipi jajanan.

“Kegiatan ini rutin setiap bulan, minggu kedua. Harapannya bisa jadi ruang baru untuk berekspresi dan menggerakkan ekonomi pelaku usaha,” jelas Eris tentang rencana ke depan.

Suasana malam itu benar-benar menggambarkan denyut kehidupan Kota Banjar yang hangat dan penuh energi positif.

Transaksi ekonomi berjalan lancar, tawa riang pengunjung terdengar di berbagai sudut, dan kreativitas seni budaya menemukan panggungnya.

Sebuah langkah kolaboratif yang sederhana namun sarat makna untuk menjaga kehangatan perekonomian warga di tengah tantangan global.

Namun, di balik kesuksesan dan antusiasme tersebut, muncul catatan terkait konsep dan penamaan acara. Akademisi sekaligus Dosen di Unigal Ciamis, Firman Nugraha SH CLA, menyoroti penggunaan istilah Car Free Night. Firman berpendapat bahwa penamaan yang lebih tepat seharusnya adalah Banjar Culinary Night.

Baca Juga:Perluas Pasar Ekspor, Kadin Optimis Perdagangan Indonesia dengan Eropa-AS Capai 100 Miliar Dollar Bulog Cirebon Perkuat Cadangan Beras Nasional, Petani Antusias Jual Gabah Setelah HPP Rp6.500/kg

“Kalau branding yang hendak ditonjolkan adalah penutupan jalan, maka namanya car free night. Kalo branding yang ditonjolkan adalah kuliner, maka namanya Culinary Night,” ujarnya.

Firman mengingatkan bahwa konsep Car Free Day merupakan kampanye dan gerakan global yang lahir merespon isu lingkungan, dimulai sejak World Car Free Day tahun 2000.

“Disitu ada value soal sustainability, go green, public space dan healthy lifestyle. Car free road selalu memastikan reduksi polusi udara-emisi karbon, bebas sampah,” jelasnya.

0 Komentar