Meski mengapresiasi acara tersebut dari sisi pemberdayaan UMKM dan putaran ekonomi lokal, Firman menilai acara di Banjar belum sepenuhnya menjawab nilai-nilai inti (value) dari konsep car free road yang berorientasi lingkungan dan gaya hidup sehat.
“Demi ketepatan istilah dan konsep, hemat saya lebih pas dan lebih jujur acara tersebut sebagai ‘Culinary Night’. Dengan branding tersebut, kita tidak tertuntut punya beban ekologis. Namun kita bisa mengatakan secara jujur dan relatif tanpa beban, bahwa Culinary Night adalah soal festival pemberdayaan UMKM semata,” pungkas Firman Nugraha. (CEP)
