JABAR EKSPRES – Ribuan warga Kabupaten Bogor yang seharusnya menerima bantuan sosial (bansos) untuk kebutuhan dasar, justru kedapatan menggunakan dana tersebut untuk bermain judi online.
Temuan ini memunculkan keprihatinan sekaligus kemarahan dari banyak pihak, termasuk DPRD Kabupaten Bogor, yang menyatakan siap mencoret nama-nama penerima yang terbukti menyalahgunakan bantuan.
Data dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap, Jawa Barat menjadi wilayah dengan transaksi judi online tertinggi di Indonesia, mencapai Rp199 miliar, dengan 49.431 pemain.
Baca Juga:Persib Siap Tempur di Super League dan ACL 2, Bojan Hodak Targetkan Start SempurnaChelsea Serius Incar Garnacho, MU Siap Lepas di Harga Diskon
Dari jumlah tersebut, Kabupaten Bogor menjadi daerah penyumbang terbanyak, yakni 5.497 pemain dengan nilai transaksi mencapai Rp22 miliar.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Yaudin Sogir mengatakan, mental masyarakat akan rusak jika sudah mengenal judol. Dia juga menyayangkan, ribuan penerima bansos yang nakal.
Sogir memastikan, pihaknya tidak akan segan untuk menghapus penerima bansos yang memang masih bermain judol.
Kata dia, penghapusan data penerima bansos yang masih bermain judol, perlu berdasarkan bukti-bukti yang faktual.
“Mungkin dari faktor-faktor ini lah kita berikan edukasi kepada masyarakat, begitu rusaknya mental kalau masyarakat, ketika sudah mengenal dengan judi online, apalagi penerima bantuan dipakai dari uang kayak begituan kan,” kata Sogir saat dihubungi, pada Jumat (8/8/2025).
“Kita pemerintah tidak segan-segan, kalau memang ada bukti pelakunya, ada bukti faktual seperti itu langsung dihapus tidak lagi menerima siapapun orangnya itu,” lanjut dia.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya akan memberikan edukasi kepada para penerima bansos tentang bahayanya bermain judol.
Baca Juga:Jay Idzes Sepakat Gabung Torino hingga 2029, Selangkah Lagi Cetak Sejarah di Serie AKebencanaan untuk Semua, Jateng Latih Penyandang Difabel Hadapi Situasi Darurat
Adapun, pemberian pemahaman lain seperti sekolah sampah hingga pembinaan tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Sogir menuturkan, pemberian edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup yang layak dan terhindar dari praktik judi online (judol).
“Makanya kita berikan edukasi, seperti bikin pemahaman tentang sekolah sampah terus pembinaan tentang UMKM. Kita akan coba seperti itu, ini kan sesuai dengan program pak bupati karena memang angka pengangguran cukup signifikan di Kabupaten Bogor,” tuturnya.
