Suasana Kafe Tanpa Musik? Pengunjung Bogor: Nongkrong Jadi Kurang Asik 

Suasana Kafe Tanpa Musik? Pengunjung Bogor: Nongkrong Jadi Kurang Asik 
Ilustrasi seorang wanita sedang nongkrong di Kafe. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Musik santai masih mengalun di sejumlah kafe di Kota Bogor, meski kebijakan royalti tengah jadi sorotan. Bagi banyak pengunjung, suasana kafe tanpa musik terasa hampa dan kehilangan daya tarik.

Sejumlah pelanggan pun mengaku bahwa keberadaan musik justru menjadi alasan utama mereka betah berlama-lama nongkrong. Lagu-lagu yang diputar mulai dari jazz, pop, hingga musik indie, dianggap mampu menciptakan atmosfer rileks dan nyaman.

Salah satu pengunjung kafe di kawasan Malabar, Bogor Tengah, Putri (21), mengatakan bahwa musik di kafe dapat mencairkan suasana, terlebih saat datang bersama teman-teman.

Baca Juga:Rawan DBD Saat Kemarau Basah, Pengembangan Program Nyamuk Wolbachia Masih BerjalanTonase Jadi Patokan Baru Buang Sampah ke TPA Sarimukti

“Kalau ngopi tapi gak ada musik, rasanya ga asik, rasanya kayak di ruang tunggu jadinya soalnya sunyi banget,” ujar Putri saat ditemui di kafe kawasan Malabar, Bogor Tengah, Rabu (6/8/2025).

Senada dengan itu, Valdi (23), mengungkapkan bahwa musik di kafe bukan sekadar hiburan, tapi bagian dari pelepas penat yang membuat aktivitas nongkrong lebih hidup.

“Kadang kita datang ke kafe bukan cuma buat makan atau minum, tapi buat cari suasana. Dan suasana itu gak akan terbentuk tanpa musik,” ucapnya.

Isu royalti musik sendiri mengemuka setelah Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM menyatakan bahwa pelaku usaha yang memutar musik di ruang publik, seperti kafe, restoran, toko, hingga hotel mewajibkan untuk membayar royalti kepada pencipta atau pemegang hak terkait.

Meski begitu, sebagian pengunjung menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang, terutama untuk tempat-tempat usaha kecil. Beberapa dari mereka khawatir jika terlalu dibatasi, kafe akan kehilangan daya tariknya.

“Kalau nanti semua kafe takut muter lagu karena harus bayar royalti, yang rugi bukan cuma pemiliknya, tapi kita juga sebagai pengunjung. Kafe jadi sepi karena gak ada vibes asiknya, kita juga pasti ga minat ngafe lagi kalau ga asik,” kata Silvi (27), salah satu pengunjung yang rutin bekerja dari kafe.

Para penikmat kafe di Kota Bogor pun berharap pemerintah bisa menyeimbangkan perlindungan terhadap hak cipta dengan kondisi nyata di lapangan, agar atmosfer kafe tetap hangat tanpa membebani pelaku usaha kecil maupun mengorbankan kenyamanan pengunjung. (mg1)

0 Komentar