Bumi Berputar Lebih Cepat? Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Hari Terpendek 2025

Penjelasan Ilmiah di Balik Hari Terpendek 2025
Penjelasan Ilmiah di Balik Hari Terpendek 2025. Ilustrasi: Unsplash
0 Komentar

Saat mengorbit Bumi, Bulan menimbulkan gaya gesek yang secara bertahap memperluas orbitnya dan memperlambat rotasi Bumi.

Ketika fenomena ini terjadi, energi rotasi Bumi berpindah ke Bulan, yang menyebabkan rotasi Bumi melambat dan membuat durasi hari di Bumi menjadi lebih panjang. Di sisi lain, posisi Bulan yang spesifik membantu para ilmuwan mengidentifikasi tanggal 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus sebagai hari-hari ketika rotasi Bumi berlangsung lebih cepat dari biasanya.

Pada tanggal-tanggal tersebut, posisi Bulan terhadap garis khatulistiwa Bumi memengaruhi gaya pasang surut yang secara halus memodifikasi kecepatan rotasi Bumi.

Baca Juga:Dulu Populer Sekarang Terlupakan, Nasib Asus Zenfone yang Redup7 HP RAM 8 GB Storage 256 GB Terbaik Harga Rp1-2 Jutaan

Jika Bulan memicu perubahan jangka pendek dalam rotasi, penyebab utama meningkatnya kecepatan rotasi Bumi dalam beberapa tahun terakhir masih belum sepenuhnya dimengerti. Ada dugaan bahwa pemanasan global mungkin berperan, namun penjelasan yang lebih kuat menunjukkan bahwa perlambatan rotasi inti cair Bumi dapat membuat lapisan lain dari planet ini berputar lebih cepat. Meskipun secara umum Bulan bergerak menjauh dan menyebabkan hari makin panjang, faktor musiman dan geologis tetap bisa memicu fluktuasi rotasi.

Termasuk hari ini, ketika posisi Bulan berada relatif dekat dengan kutub, yang secara dinamis mempercepat rotasi Bumi. Perubahan ini memang tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari, namun dalam konteks astronomi dan jangka waktu panjang, dampaknya cukup signifikan.

Jika selisih durasi hari terus meningkat hingga melebihi 0,9 detik, sistem waktu global bisa terdampak, dan penyesuaian berupa “detik kabisat” mungkin diperlukan agar waktu tetap sinkron. Untuk saat ini, waktu mungkin terasa normal, tetapi secara teknis, hari ini lebih singkat. Fenomena ini menunjukkan bahwa Bumi terus mengalami perubahan, meski hanya dalam hitungan milidetik.

0 Komentar