Cerita Kinanti, Gadis Kecil dari Leuwigajah yang Belajar Mandiri di SRMP 8 Cimahi

Cerita Kinanti, Gadis Kecil dari Leuwigajah yang Belajar Mandiri di SRMP 8 Cimahi
Siswa di SRMP 8 Cimahi tengah belajar dengan serius
0 Komentar

“Yang suka masak atau yang minat aja nggak apa-apa, asal ikut nanti ininya sama gurunya,” cerita Kinanti.

Kinanti juga menjelaskan rutinitas belajar di sekolah dan asrama. Setiap hari belajar dimulai sekitar pukul 07.30 hingga pukul 14.00, lalu dilanjutkan kembali esok harinya pada pukul 14.30 hingga sore.

Hari Minggu menjadi satu-satunya hari libur. Namun para siswa tetap berada di lingkungan sekolah, menjalani kegiatan mandiri dengan suasana bebas dan santai.

“Tetap di sini, tapi bebas,” ucap Kinanti.

Baca Juga:Wali Asuh Jadi Kunci Ketahanan Mental Siswa SRMP 8 CimahiCimahi Ganti Study Tour dengan Walking Tour, Ini 5 Lokasi yang Dikunjungi Siswa

Bagi Kinanti dan teman-temannya, SRMP 8 bukan sekadar sekolah. Tempat ini menjadi rumah kedua, ruang aman, sekaligus harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.

“Fasilitas nyaman, guru yang memahami, hingga sistem pembelajaran yang adaptif menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak yang pernah berada dalam kondisi rawan pendidikan,” tutur Kinanti.

Sementara itu, Humas SRMP 8 Cimahi, Retno Ika menjelaskan SRMP 8 tidak seperti sekolah pada umumnya.

Lembaga pendidikan ini menjalankan tiga kurikulum sekaligus, kurikulum asrama, kurikulum program persiapan, dan kurikulum sekolah.

“Kurikulum asrama merupakan hasil kerja sama antara sekolah dan wali asrama. Ini menjadi pembeda utama dengan sekolah umum,” ujar Retno.

Menariknya, sistem pendidikan di SRMP 8 bersifat multi-entry, multi-exit, yang memungkinkan siswa melanjutkan pendidikan sesuai usia dan kemampuan.

“Ada yang sempat putus sekolah, baru mulai lagi di usia 13 tahun dan masuk kelas 7. Kalau sebelumnya sudah sekolah empat tahun lalu terhenti, bisa lanjut ke jenjang dasar, menengah, atau atas sesuai usianya,” jelasnya.

Baca Juga:Jelang HUT RI ke-80, Pedagang Bendera Merah Putih di Cibinong Keluhkan Sepinya Pembeli Wakil Komisi III Sependapat dengan Pembentukan Superholding BUMD

Anak-anak di SRMP 8 tak hanya belajar, tapi juga disiapkan untuk menyalurkan bakat dan hobinya.

Beberapa siswa bahkan pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika, lomba olahraga tradisional seperti sumpitan dan egrang, hingga sepak bola.

Retno menyampaikan bahwa tidak semua siswa memiliki kondisi ekonomi yang mapan. Karena itu, aspek empati menjadi hal penting yang ditanamkan.

“Tidak semua siswa punya uang jajan. Jadi empati juga ditanamkan. Sekolah kasih snack, dan ada bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Kebutuhan makan siswa pun dijamin tiga kali sehari. Pengelolaan konsumsi dilakukan oleh pihak Sentra, yang juga bertanggung jawab mengelola anggaran sekolah yang masih terbilang baru.

0 Komentar