JABAR EKSPERS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memiliki satu eskavator amfibi. Alat berat itu diperuntukan untuk menangani pascabencana alam.
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Ujang Supardi mengatakan, penyediaan fasilitas tersebut berasal dari ide Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Ia mengatakan, eskavator amfibi pc 70 disediakan karena beberapa waktu lalu terjadi bencana alam seperti banjir dan longsor di Kabupaten Bogor.
Baca Juga:Pemkab Bogor Tertibkan Kawasan Pasar Cisarua, Bupati: Kita Kembalikan Fungsi Ruang PublikSempat Dikeluhkan Warga, Jalan Parakan – Patean Mulai Diperbaiki
“Sebenarnya amphibious itu kemarin itu karena banyak bencana, akhirnya Pak Bupati menyarankan karena lokasi Kabupaten Bogor itu sangat sulit ditempuh untuk eskavator biasa, harus turun ke sungai, harus turun ke setu,” kata Ujang, pada Rabu (30/7/2025).
Ia mengatakan, pertimbangan penyediaan eskavator amfibi karena perlu menjangkau lokasi yang sempit dan irigasi yang kecil.
“Akhirnya ide Pak Bupati itu beli eskavator amphibious yang pc nya 70 karena kecil, karena kan lokasi kita sempit ya, irigasi-irigasinya harus pake yang kecil,” lanjut dia.
Ujang menambahkan, besaran anggaran dari Dinas PUPR untuk mengadakan eskavator amfibi itu senilai Rp 4,7 Miliar.
“4,7 M, anggarannya di PUPR,” tambahnya.
Selain itu, dia mengungkapkan, terdapat wacana untuk menambah unit eskavator amfibi itu karena mengingat wilayah Kabupaten Bogor yang luas.
Namun, dirinya belum dapat memastikan jumlah unit dan anggaran karena menunggu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan terlebih dulu.
“Wacananya ada di akhir tahun, belum dipastikan kalau diperubahan itu nunggu efisiensi anggaran dulu. Betul (belum dipastikan tambah jumlah unit) sama nilai uangnya,” jelasnya.
Baca Juga:Krisis Petani Muda, Pemkot Cimahi Dorong Pelajar Cinta Pertanian Melalui Kegiatan Canvassing Insentif PPN DTP Rumah 10 Persen Diperpanjang hingga Akhir 2025, Menkeu Siap Revisi PMK
Ujang mengungkapkan, operator eskavator amfibi itu belum terbiasa. Oleh karenanya, operator tersebut diberikan pelatihan yang diterapkan di Setu Plaza Cibinong.
Menurutnya, dari 98 setu yang ada di Kabupaten Bogor. Setu Plaza Cibinong merupakan kewenangan dari Pemkab Bogor.
“Sementara sekarang itu karena di kita baru beli, operatornya belum pada bisa. Akhirnya sekarang itu hitung-hitung pelatihan diterapkan di Setu Plaza itu, sambil ngebersihin, sambil pelatihan, tapi ada manfaatnya buat ngebersihin setu,” ungkap dia.
Ia menambahkan, bila operator eskavator amfibi sudah lancar akan diikutsertakan dalam pengerjaan irigasi di wilayah Ciseeng.
