PT BDS Dituding Tipu Pengusaha, Vendor Tuntut Penegakan Hukum Tegas

PT BDS Dituding Tipu Pengusaha, Vendor Tuntut Penegakan Hukum Tegas
PT BDS Dituding Tipu Pengusaha, Vendor Tuntut Penegakan Hukum Tegas
0 Komentar

Ia menambahkan, meski pembayaran terus macet, pihak PT BDS tetap berusaha meyakinkannya bahwa bisnis tersebut aman karena diasuransikan dan dijamin oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun Deded melihat hal itu sebagai indikasi adanya modus penipuan.

“Saya justru melihat itu sebagai upaya menenangkan agar kami terus memasok. Ini indikasi modus,” tegasnya.

Deded pun telah melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Barat atas dugaan penipuan, penggelapan, serta pembelian barang dengan utang tanpa niat membayar. Ia juga menyebut bahwa pihak PT BDS berupaya menggiring masalah ini ke ranah perdata.

Baca Juga:Dituding Tunggak Gaji Dokter Miliaran, Ini Kata Manajemen RSIA Kartini PadalarangDugaan Kebocoran Data 4,6 Juta Warga, Legislator PPP Desak Pemprov Trasparan

Sementara itu, keluhan serupa disampaikan oleh Direktur PT Triboga Pangan Raya, Vita Theresia. Dalam siniar yang ditayangkan di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Vita mengaku menerima tawaran proyek dari Dirut PT BDS. Proyek tersebut disebut sudah dianggarkan dalam APBD dan dijamin asuransi.

“Namun kenyataannya, asuransi hanya mengover sebagian dari total tagihan. Dari sekitar Rp24 miliar, hanya Rp7,3 miliar yang dikover, dan sampai sekarang belum juga cair,” ujar Vita.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya termasuk somasi berulang dan mengikuti proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Namun, hasilnya tetap nihil.

“Bahkan setelah ada kesepakatan di hadapan notaris pun tidak dibayar,” ujarnya.

Deded pun berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus ini secara tuntas.

“Negara harus hadir dan pihak-pihak yang terlibat harus diproses hukum. Jangan sampai ini menjadi preseden buruk dalam pengelolaan BUMD,” pungkas Deded.

Sebelumnya, pihak PT BDS menyatakan bahwa keterlambatan pembayaran kepada para vendor disebabkan oleh belum dibayarkannya piutang sebesar Rp127 miliar dari PT Cahaya Frozen Raya (CFR), mitra bisnis mereka dalam kerja sama pengadaan ayam BLD. Total tunggakan PT BDS kepada para vendor saat ini mencapai Rp105,4 miliar.

Reporter: Agni Ilman Darmawan

0 Komentar