Bagai Fenomena Gunung Es, Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Cimahi Naik-Turun

Bagai Fenomena Gunung Es, Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Cimahi Naik-Turun
Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan ungkapkan Kasus Kekerasa Masih di Dominasi oleh Kekerasan Seksual. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Memang kebanyakannya kalangan-kalangan ke bawah sebetulnya. Tapi pernah terjadi di sekolah juga. Jadi untuk mengantisipasi itu, pihak sekolah juga sudah membentuk tim di setiap sekolah,” katanya.

Tim ini, lanjut Fitriani, bertugas menangani berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, termasuk kekerasan fisik, perundungan, maupun kekerasan seksual.

Selain itu, DP3AP2KB juga menjalin kerja sama dengan pusat pembelajaran keluarga untuk menangani kasus-kasus ringan hingga sedang, seperti perundungan atau konflik sosial lainnya.

Baca Juga:Fadli Zon Wacanakan Taksir Harga Pusaka hingga Arca Harta Karun Nasional, Mau di Lelang? Perluasan Kantor Pemkab Bandung Barat Mandek, Ganti Rugi Warga Terdampak Hanya Wacana!

“Misalnya ada anak-anak yang kalau korban itu ke P2TP2A. Tapi kalau misalnya yang baru dibully-bully yang seperti itu, ya kita ke pusat pembelajaran keluarga,” jelas Fitriani.

Namun, Fitriani menyadari bahwa tantangan terbesar dalam penanganan kasus kekerasan seksual adalah keberanian korban untuk berbicara. Banyak di antara mereka yang memilih diam, terutama karena pelaku berasal dari lingkungan terdekat.

“Dari keluarga atau mungkin dari lingkungan sekolah. Mereka kebanyakan tutup mulut ya, tidak berani speak up. Nah ini tugas kami, selain mengembalikan fungsi sosialnya, mengembalikan psikologisnya, juga memberikan motivasi untuk kalau memang mau dibawa ke ranah yang lebih tinggi, ke ranah hukum, kami siap mendampingi,” tegasnya.

Menurutnya, ketakutan korban maupun orang tua korban terhadap proses hukum juga masih menjadi penghalang.

“Jadi biasanya orang itu kan punten, si anaknya takut. Orang tuanya bilang kalau dibawa ke ranah hukum takutnya ini, itu, ini, itu,” ungkap Fitriani.

Oleh karena itu, pihaknya memastikan akan terus memberikan dukungan dan pendampingan, baik secara psikologis maupun dalam proses hukum, bila korban dan keluarga memutuskan untuk melaporkan.

“Saya jelaskan pihaknya siap mendampingi, secara ininya kami dampingi,” tandasnya.

Baca Juga:Angkot Pintar Belum Siap Diterapkan, Baru Berjalan di 2029?Soal Klaim Kebocoran Data 4,6 Juta Warga Jabar, Pemkot Pastikan Milik Warga Bandung Aman?

Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, yang turut hadir dalam kegiatan puncak Hari Anak Nasional dan Hari Keluarga Nasional, mengungkapkan acara tersebut diikuti oleh banyak anak-anak di Kota Cimahi.

“Ini peringatan puncak yang telah dilakukan oleh DP3AP2KB dalam rangka peringatan Hari Anak,” ucap Ngatiyana.

0 Komentar