Belajar Menjahit, Menjahit Harapan
Dengan panduan instruktur profesional dari BLK Tasikmalaya, pelatihan mengikuti standar SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). Peserta belajar dari dasar: mulai dari membuat pola, teknik menjahit lurus dan zigzag, hingga merangkai kerah dan lengan menjadi kemeja siap pakai.
Setiap tantangan, mulai dari benang kusut hingga garis jahitan miring, menjadi pelajaran yang mematangkan. Semua kebutuhan peserta—alat, bahan, bahkan makan siang—disediakan penuh, memastikan fokus mereka tak teralihkan oleh hal-hal lain.
Puncaknya, para peserta akan mengikuti Uji Kompetensi dari LSP Tekstil Bandung. Jika lulus, mereka akan menerima sertifikat resmi dari BNSP, pengakuan profesional yang membuka peluang kerja di mana pun.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Baca Juga:Tinggi Tower Masjid Raya Kabupaten Bogor Ditetapkan 100 Meter, Bukan 96 MeterSunatan Eksklusif Gratis Berjalan Lancar, Billy Martasandy: Semoga Memberikan Nilai Kemanfaatan
Dari Haurngombong, suara mesin jahit bukan sekadar irama kerja. Ia adalah denyut perubahan. Setiap jahitan bukan sekadar menyambung kain, tapi menenun harapan—untuk masa depan yang lebih cerah, lebih mandiri, dan lebih berdaya.
Pelatihan ini bukan sekadar program keterampilan. Ia adalah kisah tentang bagaimana satu desa menjahit mimpinya sendiri, satu kemeja kantor dalam satu waktu.
