Lansia di Cikoneng Ciamis Nekat Akhiri Hidup, Saksi: Sempat Lepas Tali Jemuran

Diduga Jadi Korban Perundungan Mahasiswi FK Undip Ditemukan Tewas Bunuh Diri
Diduga Jadi Korban Perundungan Mahasiswi FK Undip Ditemukan Tewas Bunuh Diri / ilustrasi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Warga di Dusun Desa Wetan RT 001 RW 001, Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis digegerkan oleh penemuan tragis seorang lansia yang meninggal dunia di dalam dapur rumahnya sendiri.

Korban diidentifikasi sebagai Subagja (71 tahun), seorang buruh harian lepas. Ia ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, tergantung menggunakan tali tambang, pada Sabtu (25/7/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.

Penemuan itu pertama kali disaksikan oleh sang istri, Eem, yang langsung berteriak histeris melihat suaminya dalam kondisi tersebut. Teriakan pilu Eem memecah kesunyian pagi dan menarik perhatian tetangga terdekat.

Baca Juga:PGN Masuk Top 50 ASEAN CGCA 2025, 5 Besar Perusahaan Terbaik di Indonesia dalam Tata Kelola PerusahaanPerkuat Literasi Keuangan Syariah, Sun Life Indonesia dan Bank Muamalat Kolaborasi Luncurkan Bancassurance Wee

Sejumlah warga yang mendengar teriakan tersebut bergegas mendatangi rumah Subagja. Keterangan beberapa saksi yang menyatakan bahwa Subagja sempat mengutarakan niat untuk mengakhiri hidup kepada istrinya beberapa hari sebelum kejadian. Bahkan, korban diketahui telah melepas tali jemuran yang kemudian diduga kuat menjadi alat yang digunakannya.

Saksi-saksi kunci yang memberikan keterangan antara lain Engkus Kusmayadi (51) tetangga korban, Dadan Ramdan (43) warga sekitar, Elan Sugiawan (43) sesama buruh harian lepas, dan Edis Herdis (42) warga Dusun Sukasari. Mereka menggambarkan suasana kepanikan dan kesedihan yang melanda lokasi kejadian.

Petugas yang tiba di TKP, termasuk tim kesehatan dari Puskesmas Mandalika, melakukan pemeriksaan mendasar. Pemeriksaan fisik lebih lanjut tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, bekas penganiayaan, atau luka lain yang mencurigakan di tubuh almarhum.

“Barang-barang berharga milik korban juga masih lengkap dan tidak ada kerusakan pada properti rumah yang mengindikasikan adanya tindak kriminal, seperti perampokan atau perlawanan,” ujar Kasi Trantib Kecamatan Cikoneng, Endin Rohidin dalam laporan tertulisnya, Minggu (26/7/2025).

Menyikapi tragedi ini, keluarga korban melalui pernyataan resmi tertulis menyatakan penolakan tegas untuk dilakukan tindakan otopsi jenazah.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Subagja diketahui sudah tidak bekerja sebagai buruh harian lepas selama lima bulan terakhir. Kondisi ini diduga menimbulkan tekanan ekonomi yang berat, berpotensi memicu tekanan psikologis dan gangguan kondisi mental. Kombinasi faktor inilah yang dianggap menjadi pemicu utama keputusasaannya untuk mengakhiri hidup secara tragis. (CEP)

CONTENT DISCLAIMER: Bijaksanalah dalam membaca konten ini! Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda yang merasakan gejala depresi sehingga ada dorongan untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. Anda dapat menghubungi layanan konseling terdekat di Kota/Kabupaten Anda.

0 Komentar