JABAR ESKPRES – Kami akan membahas tentang aplikasi bernama Robotaxi, yang diklaim sebagai penghasil uang. Saat bergabung ke dalam grup Telegram Robotaxi, terdapat sekitar 568 anggota. Di dalam grup tersebut, banyak ditemukan bukti-bukti penarikan dana dari aplikasi ini, bahkan ada juga yang membuat kaos suvenir bertema Robotaxi.
Selanjutnya, ketika kami menelusuri kembali situs web maupun aplikasinya, ternyata modus investasi dengan nama Robotaxi ini bukanlah hal baru. Modus serupa pernah muncul beberapa tahun lalu, tepatnya pada 18 Oktober 2024. Saat itu, skemanya adalah menyewa mobil, dan sempat menarik minat banyak orang. Namun, sayangnya platform tersebut hanya bertahan beberapa hari dan kemudian hilang begitu saja.
Terbukti, aplikasi tersebut adalah penipuan (scam) dan sudah banyak korban yang dirugikan. Oleh karena itu, bagi Anda yang tidak ingin menjadi korban berikutnya, kami sangat menyarankan untuk tidak berinvestasi dalam aplikasi semacam ini.
Baca Juga:5 Modus Oknum Sales Motor yang Perlu Diwaspadai Sebelum Beli MotorPerbandingan Aki Basah vs Aki Kering Jangan Asal Pilih, Begini Cara Merawatnya yang Benar
Modus Ponzi di Aplikasi Robotaxi
Dalam aplikasi ini, pengguna dijanjikan bisa mendapatkan uang dengan cara berinvestasi. Tersedia beberapa produk investasi, dengan modal terkecil sebesar Rp100.000. Dalam skemanya, modal tersebut berlaku selama 180 hari, dengan penghasilan harian sebesar Rp6.600. Total pendapatan yang dijanjikan mencapai Rp1.199.000.
Semakin besar nilai deposit yang Anda tanamkan, semakin besar pula pendapatan yang diklaim bisa Anda peroleh. Namun dari penjelasan tersebut saja sudah terlihat bahwa ini merupakan bentuk investasi bodong. Umumnya, aplikasi penipuan seperti ini akan membayar pada awal-awal untuk meyakinkan pengguna agar melakukan deposit yang lebih besar.
Lalu, dari mana aplikasi ini membayar penggunanya? Dana tersebut berasal dari deposit sesama anggota melalui pembelian atau investasi produk yang ditawarkan. Artinya, perputaran uang hanya terjadi dari anggota ke anggota lainnya. Inilah yang disebut dengan skema Ponzi.
Selama masih ada anggota baru yang mendaftar dan menyetor dana, maka aplikasi ini akan terus berjalan. Namun, cepat atau lambat, skema semacam ini pasti akan berakhir dengan penipuan.
Selain itu, aplikasi ini juga memiliki sistem referal, yang pada dasarnya hanya menguntungkan orang-orang yang bergabung di awal saja. Jadi, jangan heran jika nantinya banyak orang yang mengajak Anda untuk ikut bergabung dalam aplikasi ini.
