Biasanya, siklus ini diawali dengan menggigil hebat, disusul demam tinggi, keringat berlebih, lalu suhu tubuh turun drastis. Proses ini dapat berlangsung selama 6–12 jam dan terus berulang. Tanpa pengobatan yang tepat, malaria bisa menyebabkan komplikasi berat hingga kematian.
3. Tifus (Demam Tifoid)
Tifus atau demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi. Penyakit ini banyak ditemukan di daerah dengan sanitasi yang buruk dan akses air bersih yang terbatas.
Gejala tifus biasanya muncul 1–2 minggu setelah infeksi, dan ditandai dengan:
Baca Juga:Rebut Saldo Dana Gratis Hingga Rp300 Ribu, Cek SekarangTecno Spark 40 Pro Plus Resmi Rilis Harga Rp2 Jutaan dengan Performa Gahar
- Demam tinggi hingga 39–40°C
- Demam naik turun (biasanya lebih tinggi pada malam hari)
- Sakit perut dan kembung
- Sakit kepala
- Batuk kering
- Diare atau sembelit
- Lemas dan kehilangan nafsu makan
Jika tidak segera diobati, tifus dapat memicu komplikasi serius seperti perdarahan usus dan infeksi organ dalam. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter saat gejala awal muncul.
Demam naik turun bukanlah gejala yang bisa dianggap enteng. Jika kondisi ini berlangsung selama lebih dari dua hari tanpa sebab yang jelas, segera periksakan diri ke dokter. Penanganan cepat dan tepat bisa mencegah risiko komplikasi dari penyakit berbahaya seperti DBD, malaria, maupun tifus.
Selalu jaga kebersihan diri dan lingkungan, konsumsi makanan sehat, dan pastikan asupan cairan cukup agar daya tahan tubuh tetap optimal. Ingat, lebih baik waspada sejak awal daripada menyesal di kemudian hari.
