JABAR EKSPRES – Akademisi Universitas Pakuan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (Fisib), Muslim menanggapi video hoak di Area Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.
Ia menjelaskan bahwa konten kreator merupakan komunikator yang menyampaikan pesan baik secara verbal maupun nonverbal.
“Seorang Content Creator itu harus mempunyai aturan etika, ada nilai nilai moral yang memang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Kamis (24/7).
Baca Juga:Kuasa Hukum Korban Soroti Kejanggalan Sidang Pembunuhan Santri, Tempuh Langkah Hukum LanjutanAntar-Jemput Karyawan Pakai Naba Transport
Dengan tidak memiliki etika dalam membuat konten, akan menjadi bumerang bagi si pembuat konten.
Muslim menyoroti era digital saat ini lebih digiring ke arah No Viral No Justice atau Jika Tak Viral, Tak Ada Keadilan.
“Itu juga tidak baik, makanya hati-hati orang memviralkan tanpa seizin orangnya akan kena undang ITE,”ucapnya.
Lebih lanjut, dosen komunikasi itu menilai konten yang dibuat oleh content creator motorvlog itu menggambarkan perbuatan maksiat.
Ia sangat menyayangkan pembuatan video konten itu dilakukan di tempat yang iconic di wilayah Kabupaten Bogor.
Tentunya hal ini akan berdampak pada citra negatif Pemerintah Daerah (Pemda) Bogor, termasuk tempat tersebut.
“Tugas wewenang pemerintah itu idealnya Satpol PP diperdayakan, nah kalo tidak patroli ngapain aja gitu, patroli lah, kasian kalo anak remaja dibiarin gitu aja,”pungkasnya.
Reporter: Sandika Fadilah
