Cek Kalender Hijriah 2015 Ini Tanggal dan Makna Bulan Safar

Cek Kalender Hijriah 2015 Ini Tanggal dan Makna Bulan Safar
Cek Kalender Hijriah 2015 Ini Tanggal dan Makna Bulan Safar
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bulan Safar 2025 atau Safar 1447 Hijriah akan segera hadir dalam kalender Islam. Menurut prediksi kalender hijriah, bulan ini akan dimulai pada 26 Juli 2025 dan diperkirakan akan berlangsung selama 30 hari, berakhir pada 25 Agustus 2025. Namun, seperti biasa, penetapan resminya masih menunggu hasil rukyat atau pengamatan hilal yang dilakukan oleh lembaga astronomi Islam di berbagai negara.

Tidak seperti kalender Masehi yang berbasis matahari, kalender Hijriah mengikuti siklus bulan. Karena itu, awal bulan bisa berbeda-beda antara satu negara dengan negara lain. Faktor seperti lokasi geografis, metode hisab dan rukyat, serta kebijakan organisasi keagamaan membuat penanggalan Hijriah tidak seragam secara global.

Durasi setiap bulan dalam kalender Hijriah juga bervariasi, bisa 29 atau 30 hari, tergantung pada pengamatan hilal. Untuk bulan Safar 1447 H ini, para ahli memperkirakan akan berlangsung selama 30 hari.

Baca Juga:Mustajabnya Doa Orang yang Sedang BerpuasaTernyata Begini Cara Allah Menjawab Doa Manusia

Kata “Safar” dalam bahasa Arab memiliki makna yang dalam dan beragam. Secara etimologis, “safara” berarti bepergian atau melakukan perjalanan. Nama ini muncul karena pada zaman dahulu, masyarakat Arab kerap melakukan perjalanan dagang setelah berakhirnya bulan Muharram—bulan yang dianggap suci dan biasanya dihindari untuk bepergian jauh.

Namun, ada pula pandangan lain yang mengatakan bahwa “Safar” berasal dari kata “asfar” yang berarti kosong atau hampa. Ini merujuk pada kebiasaan masyarakat Arab kuno yang meninggalkan rumah mereka untuk melakukan perjalanan, sehingga rumah-rumah menjadi kosong.

Apa pun asal katanya, kedua makna ini memperlihatkan bahwa penamaan bulan dalam kalender Islam tidak sembarangan, melainkan sarat makna historis dan budaya.

Sayangnya, masih banyak yang menganggap bulan Safar sebagai bulan sial atau penuh musibah. Pandangan ini jelas keliru dan tidak berdasar dalam ajaran Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan tegas menolak anggapan adanya bulan sial. Beliau bersabda bahwa tidak ada bulan yang secara otomatis membawa keberuntungan ataupun kesialan. Semua yang terjadi adalah bagian dari takdir dan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Karenanya, penting bagi umat Islam untuk meluruskan pemahaman dan tidak terjebak pada keyakinan yang mengarah pada takhayul atau kepercayaan yang menyimpang dari syariat.

0 Komentar