Diakui Sisi, saat kecil ia hidup dikeluarga yang belum sepenuhnya mampu, sehingga orang tuanya jarang membelikan mainan. Alhasil, ia harus membuat sendiri mainannya. “Ya mengolah tanah liat, untuk mainan,” cetusnya.
Ternyata hal itu makin membuat Sisi cinta pada seni keramik. Makin besar iapun mengembangkan salah satu warisan genetis itu. Ia mengkombinasikan produk keramik dengan seni modern.
Sehingga barang-barang yang dihasilkan tidak hanya bahan petromax tapi seni keramik kekinian. Seperti cangkir, patung, vas bunga, hingga gantungan kunci.Produknyapun laku keras. Bahkan sampai tembus luar negeri. “Omset sekitar Rp 20 juta sebulan,” cetusnya.
Baca Juga:Pemanasan di Bangkok, Persib Dapat Suntikan PutrosPocari Run Jadi Wajah Bandung di Ajang Lari Nasional, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kota
Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, juga menyampaikan optimismenya. Sektor kerajinan dinilai bakal lebih kebal dari gejolak ekonomi global.
“Kerajinan itu punya optimisme tinggi, dan tidak khawatir soal kondisi global, ” bebernya saat di Gedung Sate, Senin (14/7).
Noneng melanjutkan, kerajinan itu bukan hanya soal produk. Tetapi di dalamnya menyimpan cerita panjang, produk – produk kerajinan juga tidak gampang direplika asing.
Makanya produk-produk itu akan tetap diminati pembeli. “Kerajinan punya khas yang tidak dimiliki negara lain, ” bebernya.(son)
