“Para pelari 15.000 orang itu bukan sekadar peserta. Tapi juga data. Perilakunya seperti apa, ngapain aja di Bandung, semua akan dikumpulkan dan diolah. Sudah mulai masuk perusahaan-perusahaan multinasional yang fokus ke pengolahan data wisatawan ini,” jelasnya.
Menurut Farhan, langkah ini penting sebagai upaya modernisasi strategi pariwisata dan jasa di Bandung agar tidak hanya mengandalkan event, tapi juga mengembangkan ekosistem data yang menunjang keberlanjutan ekonomi kota. (Dam)
