JABAREKSPRES – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jabar turut bersuara terkait peristiwa di Kabupaten Garut. Jatuhnya korban dalam rangkaian pernikahan anak Gubernur Jabar Dedi Mulyadi itu perlu menjadi perhatian bersama. Jangan sampai nyawa rakyat jadi korban.
Fraksi PKS turut menyampaikan duka cita yang mendalam bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan. Peristiwa Jumat (18/7) itu mestinya tidak sampai terjadi. “Kami turut berduka,” kata Ketua Fraksi PKS tetep Abdulatip, Sabtu (19/7).
Tetep melanjutkan, fraksinya memandang bahwa hilangnya nyawa rakyat dalam rangkaian pernikahan anak Kapolda Metro Jaya itu tidak bisa dibilang hal biasa. “Ini tragedi yang menciderai rasa keadilan juga,” cetusnya.
Baca Juga:14 Orang Jadi Tersangka, Polisi Tangkap DPO Berinisial POPO dalam Kasus Sindikat Perdagangan Bayi Jaringan InternasionalAKBP Wikha Resmi Pimpin Polres Bogor, Ini Pesan Perpisahan dari AKBP Rio Wahyu
Menurut Tetep, nyawa adalah amanah ilahi. Itu juga tidak boleh dikorbankan karena kelalaian tata kelola kegiatan. Fraksinya mendesak agar semua pihak yang terlibat, termasuk pemerintah daerah, melakukan klarifikasi terbuka.
Lalu yang tak kalah penting adalah evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan dan manajemen kerumunan di acara publik. Evaluasi perlu dilakukan. Agar kejadian serupa tak terulang kembali.
Menurut Tetep, kejadian itu bisa jadi pelajaran. Artinya pejabat publik yang bersentuhan dengan ruang publik harus dirancang dengan kehati-hatian dan standar keselamatan yang tinggi.
Peristiwa ini tak boleh terulang. “Hal ini bisa jadi refleksi bahwa para pejabat publik harus lebih sensitif secara sosial,” katanya.
Di sisi lain, Fraksi PKS mengapresiasi langkah cepat Polda Jawa Barat, dalam menindaklanjuti kejadian. Penegakan hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan dinilai sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Tetep menyarankan agar ada forum evaluasi lintas sektoral. Itu kepentingannya untuk menyusun panduan kegiatan publik. Terkhusus yang melibatkan masa besar. Forum itu bisa melibatkan mulai dari unsur pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan dan perwakilan sipil.
Di sisi lain, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi juga telah menyampaikan rasa dukanya terkait kejadian dalam rangkaian pernikahan anak dan menantunya itu. Pria yang akrab disapa KDM menyampaikan turut berduka dalam kejadian itu. “Semoga almarhum diterima amal ibadahnya,” cetusnya.
Baca Juga:Jadi Korban Penipuan, Rosy Giok Lie Berjuang Cari KeadilanTragedi Maut Pernikahan Anak Gubernur di Garut, Ibu Korban: Usianya 8 Tahun, Dia Sudah Meninggal
Kemudian, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf atas nama kedua mempelai. “Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” jelasnya.
