JABAR – Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat terus bergerak menyuarakan penolakan terhadap pergantian nama RSUD Al Ihsan. Bahkan, mereka sampai menggelar aksi turun ke jalan alis demo.
Mereka menggeruduk Gedung Sate, Jumat (18/7). Membawa masa lebih dari 100 orang. Mereka juga terdiri dari sejumlah akademisi hingga perwakilan ormas lain yang juga sependapat.
Rombongan berkumpul dari Pusdai Jawa Barat. Lalu long March ke Gedung Sate yang ada di Jalan Diponegoro.
Baca Juga:Demi Ketahanan Pangan, Taj Yasin Dorong Regenerasi PetaniProyek Nasional Tol Cisumdawu Menyisakan Masalah Pembebasan Lahan, Warga Tuntut Keadilan!
Di depan kantor pemerintahan itu, masa berorasi. Menyampaikan penolakan. Termasuk membawa sejumlah poster dan spanduk sebagai bentuk penolakan dari kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi itu.
Seruannya adalah mendesak agar Gubernur segera membatalkan pergantian nama RSUD Al Ihsan menjadi Welas Asih itu.
“Kami bagian dari masyarakat Jawa Barat. Dengan tegas mendesak agar Gubernur segera membatalkan keputusan nya, ” tutur Ketua API Jabar Asep Syaripuddin.
Asep menegaskan, desakan itu harapannya bisa segera direspon. Jika tidak, maka aksi akan terus berlanjut.
“Kalau tidak dibatalkan, aksi kami akan terus berlanjut, ” katanya.
Aksi itu sebenarnya bukan tiba-tiba, api telah bergerak dengan berbagai tahapan. Mulai dari menyuarakan penolakan melalui sarana digital, sampai melakukan hearing dengan Pimpinan DPRD Jabar.
Penolakan itu didasari sejumlah alasan. Pertama, pergantian nama itu sangat tidak urgent atau mendesak. Lebih baik Gubernur fokus pada perbaikan pelayanan atau peningkatan kualitas dari rumah sakit tersebut, dari pada mengganti nama.
Asep melanjutkan, pergantian itu sangat A Historis atau bisa menghilangkan sejarah.
Baca Juga:Tahun Ajaran Baru, SMK Yasira Ciamis hanya Diisi Satu SiswaPesta Pernikahan Anak Dedi Mulyadi di Garut Telan Korban Jiwa, Kericuhan Terjadi Saat Makan Gratis
Diketahui dari berbagai sumber, RSUD di Kabupaten Bandung itu bermula dari peran 6 tokoh penting Jabar yang membangun Yayasan Al Ihsan pada 1993.
Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi merespon santai terkait aksi demo tersebut.
“Menyampaikan pesan di forum terbuka adalah sarana demokrasi yang patut di hargai, ” ucapnya saat dijumpai di TSM Kota Bandung.(son)
