JABAR EKSPRES – Masalah penahanan ijazah di Jabar ternyata tak hanya terjadi di tingkat SMA-SMK, tapi juga perguruan tinggi.
Ada 2.889 ijazah mahasiswa tertahan, bahkan selain itu juga ada 2.924 mahasiswa terancam Drop Out (DO). Hal tersebut, terungkap dalam pertemuan antara Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) dengan Wakil Ketua DPRD Jabar M.Q.Iswara, Selasa (15/7).
Hari itu M.Q.Iswara menerima audiensi dari perwakilan kampus yang ada di DKI Jakarta, mereka mengeluhkan soal pembiayaan pendidikan sejumlah mahasiswa dan alumninya.
Baca Juga:Soal Kasus Dugaan Korupsi Chromebook, Kejagung akan Panggil Kembali Nadiem MakarimOJK Masih Kaji Mitigasi Risiko Kredit untuk Kopdes Merah Putih, Menkeu: Dana Desa Bisa Jadi Penjamin!
Wakil Rektor Unindra Irwan Agus menuturkan, banyak warga Jabar yang telah menjadi sarjana di kampusnya. Tapi ijazahnya terpaksa ditahan karena tak mampu membayar tunggakan uang kuliah.
Tercatat ada 2.889 orang yang ijazahnya ditahan. “Jika dihitung, tunggakannya mencapai Rp 4,8 miliar,” katanya.
Irwan melanjutkan, selain ijazah yang tertahan, masalah yang mengintai adalah ancaman DO. Tercatat ada 2.924 mahasiswa terancam DO.
“Kalau yang sudah DO itu ada sekitar 1.500 orang. Kami berat hati sebenarnya, tapi kami terpaksa, karena tak bisa menanggung biaya,” tuturnya.
Irwan berharap ada solusi dari Pemprov Jabar, misalnya akses sejumlah program beasiswa yang ada di Jabar. Karenanya ia mengadu ke DPRD, harapannya bisa diteruskan ke Pemprov Jabar.
Sementara itu, M.Q. Iswara menambahkan, kampus Unindra memang ada di DKI Jakarta, namun mayoritas mahasiswa dari wilayah Provinsi Jabar, seperti Kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Bekasi, Kabupaten Karawang, Purwakarta, hingga Kota Bandung.
Kondisi pembiayaan mahasiswa di Unindra termasuk yang paling rendah di Indonesia, hanya sekitar Rp 200 ribu per bulan. Meskipun begitu, banyak mahasiswa mengalami kesulitan ekonomi pasca pandemi sehingga tidak mampu membayar.
Baca Juga:Indonesia Klaim Tak Kena Tambahan Tarif Impor 10 Persen AS Meski Gabung BRIC, Airlangga: Masih Ditunda!Kasus Penipuan QRIS Palsu oleh Oknum Anggota Brimob Jabar Berlanjut, Polisi Diminta Cepat Amankan Pelaku
Buntutnya tercatat sekitar 2.889 mahasiswa asal Jawa Barat yang ijazahnya ditahan. Kemudian sekitar 2.924 orang terancam DO karena tidak mampu bayar kuliah.
“Ini kan memprihatinkan juga, mahasiswanya juga warga Jabar,” bebernya.
Iswara melanjutkan, salah satu solusinya adalah akses beasiswa di Pemprov Jabar. Misalnya Program Beasiswa Perguruan Tinggi untuk Mahasiswa Jenius, dengan berbagai persyaratannya, salah satunya mahasiswa harus berdomisili di Jabar dan memenuhi kriteria berprestasi serta tidak mampu secara ekonomi. Kemudian Perguruan Tinggi sudah memiliki MoU resmi dengan Pemprov.(son)
