Lebih Dari Setahun Menanti Janji Relokasi, Siswa SDN Babakan Talang Dibiarkan Belajar Lesehan

Siswa-siswi SDN I Babakan Talang, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Bandung Barat menggelar KBM secara lesehan. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Siswa-siswi SDN I Babakan Talang, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Bandung Barat menggelar KBM secara lesehan. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Apalagi kata Iis, sebelum memiliki ruang darurat, proses belajar sempat berlangsung secara berpindah-pindah alias nomaden, bahkan menumpang ke sekolah lain. Kondisi tersebut membuat banyak orang tua siswa khawatir dan akhirnya memindahkan anak-anak mereka ke sekolah lain.

“Dulu siswa kami 150 orang, sekarang hanya tersisa sekitar 100. Tapi kami tetap semangat. Saya selalu ajak para guru untuk tangguh, karena semangat kita juga tergantung pada dukungan dari orang tua murid,” tegas Iis.

Guru SDN I Babakan Talang lainnya, Weni, mengaku harus pintar menyiasati suasana kelas yang serba terbatas agar proses belajar tetap berjalan.

Baca Juga:Gunakan Besi untuk Ambil Layang-Layang, Dua Bocah Tersengat Listrik di Bandung BaratPercepat Penanganan Stunting, Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan BKKBN

“Ketika saya mengajar, guru di sebelah harus diam atau menulis saja. Kadang kami harus bergantian bicara agar suara tidak saling bertabrakan. Tapi kami berusaha tetap kreatif agar anak-anak tetap bisa belajar,” ungkapnya.

Harapan masyarakat, guru, dan siswa hanya satu, yaitu pembangunan sekolah baru yang aman dan layak. Namun hingga pertengahan 2025 ini, belum ada progres pembangunan.

Menurut Weni, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Bandung Barat. Anggaran untuk pembangunan sekolah sebenarnya sudah tersedia. Namun proses masih terganjal kajian geologi terkait lahan yang akan digunakan untuk pembangunan.

“Dari komunikasi kami dengan Disdik, katanya anggaran sudah ada. Tapi mereka masih menunggu hasil kajian teknis dari Badan Geologi terkait keamanan lokasi. Itu yang membuat prosesnya tertunda,” ungkapnya.

Padahal, satu-satunya lahan yang tersedia dan terjangkau oleh warga sekitar saat ini masih dalam proses pengkajian. Ketidakpastian ini menambah kekhawatiran bahwa janji relokasi yang sudah lebih dari setahun ditunggu hanya akan jadi wacana tanpa realisasi.

Kondisi yang dialami SDN I Babakan Talang menjadi potret nyata bagaimana janji pemerintah bisa memudar di tengah kenyataan pahit yang harus dihadapi masyarakat. Para guru telah menunjukkan dedikasi luar biasa. Para siswa tetap berjuang menuntut ilmu meski dalam keterbatasan.

Kini, warga dan tenaga pendidik berharap lebih dari sekadar janji. Mereka menuntut aksi nyata dari pemerintah daerah dan pusat untuk segera merealisasikan pembangunan sekolah baru yang telah lama dinantikan.

0 Komentar