JABAR EKSPRES – Kerajinan dan pariwisata diharapkan jadi pendobrak ekonomi di tengah ketidak pasti global. Kerajinan punya keunikan tersendiri, sementara pariwisata masih memungkinkan untuk bergeliat.
Ketidak pastian global diakibatkan oleh banyak sebab, mulai dari perang antara Israel dan iran, hingga tarif impor yang diluncurkan Presiden AS Donald Trump.
Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, mengungkapkan, pihaknya masih optimis pada pertumbuhan sektor kerajinan di Jabar. Sektor itu dinilai bakal lebih kebal dari gejolak ekonomi global.
Baca Juga:Resmi Beroperasi, Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat untuk Atasi Kemiskinan MPLS di Sekolah Darurat, Warga Cibedug Bandung Barat Menunggu Kepedulian Nyata Pemerintah
“Kerajinan itu punya optimisme tinggi, dan tidak khawatir soal kondisi global, ” bebernya saat di Gedung Sate, Senin (14/7).
Noneng melanjutkan, kerajinan itu bukan hanya soal produk. Tetapi di dalamnya menyimpan cerita panjang, produk – produk kerajinan juga tidak gampang direplika asing.
Makanya produk-produk itu akan tetap diminati pembeli.
“Kerajinan punya khas yang tidak dimiliki negara lain, ” bebernya.
Karena itulah kerajinan ini akan mampu mencongkel perekonomian di tengah ketidak pastian global, tapi memang tetap perlu digenjot dalam hal promosi atau pengenalannya.
Event Sunda Karsa Fest Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) 2025 ini jadi momen tepat, bisa jadi ajang untuk makin mengenalkan kerajinan Jabar.
Kepala Disparbud Jabar Iendra Sofyan menambahkan, sektor lain yang tak bisa dilupakan untuk mendongkrak ekonomi adalah Pariwisata.
Jabar sendiri memiliki potensi wisata yang cukup besar, mulai dari wisata alam dan buatan, ekonomi kreatif, hingga soal Desa Wisata. Dalam pariwisata kuncinya adalah soal mendatangkan orang ke Jabar.
Sehingga event KKJ ini jadi kesempatan, pertama untuk event sebagai magnet menarik pengunjung, kedua sebagai ajang mengenalkan desa wisata di Jabar. Makanya, nanti juga disediakan tempat pameran khusus untuk desa wisata.
Baca Juga:Jalan Sangkuriang Barat Cimahi Ambles Usai Hujan Deras, Arus Lalu Lintas Dialihkan dan Usaha Warga LumpuhTrilogi Sekolah Rakyat: Muliakan Wong Cilik, Jangkau yang Belum Terjangkau, Tidak Mungkin Jadi Mungkin
Selama ini dampak ekonomi kreatif terhadap PDRB Jawa Barat sekitar 11-17 persen.
“Ini perlu ditingkatkan,” cetusnya. (son)
