“Saya sedih sekali dengan kondisi SDN ini. Tapi kami merasa sekolah ini sudah menyatu dengan kampung kami. Kami tetap ingin anak-anak sekolah di sini,” ucapnya.
Aam dan warga lainnya berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan sekolah permanen yang baru. Mereka menyatakan siap mendukung penuh agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan.
“Ini SD pertama di desa kami. Sejak dulu orang tua kami menyekolahkan anak-anak di sini. Kami ingin tradisi itu tetap hidup,” tandasnya. (Wit)
