12 Alasan Mengapa Orang Indonesia Timur Mendukung Israel di Tengah Penderitaan Rakyat Palestina

Alasan Orang Indonesia Timur Mendukung Israel
Alasan Orang Indonesia Timur Mendukung Israel
0 Komentar

Namun, di sisi lain, tidak sedikit pula yang justru semakin yakin dengan posisi pro-Israel mereka, karena terpapar pada konten-konten Kristen Zionis dari luar negeri. Hal inilah yang menjadikan fenomena simpati terhadap Israel di wilayah timur Indonesia begitu kompleks. Ia bukan sekadar soal agama atau geopolitik, tetapi merupakan perpaduan dari warisan kolonial, sistem pendidikan, trauma sosial, dan keyakinan teologis yang terus hidup dan berkembang.

Fenomena simpati terhadap Israel di Indonesia bagian timur tidak hanya lahir dari warisan agama atau sejarah kolonial. Ada dimensi lain yang lebih modern dan bersifat politis, seperti rasa frustrasi terhadap Jakarta, keinginan akan kedaulatan lokal, serta keterlibatan jaringan internasional, termasuk dari Amerika Serikat dan bahkan Israel sendiri, dalam lanskap sosial, keamanan, dan spiritual di wilayah timur Indonesia.

Sejak akhir era Orde Baru hingga masa reformasi, mulai bermunculan banyak LSM keagamaan dan sosial dari luar negeri yang aktif di wilayah timur Indonesia. Mereka membawa berbagai bentuk bantuan, mulai dari penyediaan air bersih, pembangunan rumah ibadah, pemberian beasiswa, hingga pelatihan kepemimpinan gereja. Namun, jika ditelaah lebih dalam, banyak dari lembaga ini merupakan perpanjangan dari organisasi Kristen Zionis internasional, khususnya yang berbasis di Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga:2 Resep Es Kopi Enak dan Murah Bahan Kurang Dari Rp10.000 Andalan Anak Kos10 Game Android Offline Terbaik 2025, Seru Tanpa Koneksi Internet

Beberapa nama yang tercatat dalam laporan riset dan pengamatan lapangan antara lain International Christian Embassy Jerusalem, Christian Friends of Israel, dan jaringan misi seperti Joshua Project. Organisasi-organisasi ini tidak hanya menyebarkan semangat kekristenan, tetapi juga secara aktif mengajarkan pentingnya membela Israel, serta bagaimana orang-orang percaya di “ujung dunia” harus mendukung Yerusalem sebagai pusat spiritual global. Mereka masuk melalui jalur legal maupun semi-legal, bekerja sama dengan gereja-gereja lokal, atau mendanai proyek-proyek sosial yang dijadikan pintu masuk untuk menyebarkan doktrin stand with Israel.

  1. Kecemburuan Sosial

Situasi di Papua bahkan jauh lebih kompleks. Di sana, aspirasi kemerdekaan dari Indonesia telah berlangsung selama puluhan tahun. Dalam narasi separatis, Israel sering kali muncul bukan hanya sebagai negara Yahudi, tetapi sebagai simbol kekuatan asing yang diyakini mampu membebaskan mereka dari dominasi Jakarta. Beberapa aktivis pro-kemerdekaan Papua bahkan pernah secara terbuka menyatakan harapan akan dukungan dari Israel, meskipun hingga kini tidak pernah ada dukungan resmi dari Tel Aviv.

0 Komentar