12 Alasan Mengapa Orang Indonesia Timur Mendukung Israel di Tengah Penderitaan Rakyat Palestina

Alasan Orang Indonesia Timur Mendukung Israel
Alasan Orang Indonesia Timur Mendukung Israel
0 Komentar

  1. Propaganda dalam Pendidikan

Di wilayah seperti Serui dan Wamena, pendidikan sejak usia dini hingga dewasa didominasi oleh kurikulum berbasis gereja. Anak-anak diajarkan lagu-lagu pujian dengan lirik yang menyebut Israel atau Yerusalem sebagai lambang keselamatan.

Dalam pelajaran agama, kisah-kisah Perjanjian Lama disampaikan dengan penekanan kuat pada perjuangan bangsa Israel melawan musuh-musuhnya. Tidak jarang, bangsa Filistin, musuh Israel dalam kisah Daud dan Goliat, digambarkan secara implisit menyerupai bangsa Arab atau umat Muslim.

Narasi semacam ini secara perlahan membentuk pola pikir yang simplistis, yaitu Israel adalah terang, sedangkan Palestina atau Arab adalah kegelapan.

Baca Juga:2 Resep Es Kopi Enak dan Murah Bahan Kurang Dari Rp10.000 Andalan Anak Kos10 Game Android Offline Terbaik 2025, Seru Tanpa Koneksi Internet

  1. Kolonialisme di Masa Lalu

Ketika Islam berkembang di sebagian besar wilayah Nusantara, kawasan Indonesia timur justru diposisikan secara kultural sebagai wilayah yang berbeda. Narasi kolonial turut memperkuat pandangan ini. Dalam berbagai laporan pemerintah kolonial Belanda, masyarakat timur yang memeluk agama Kristen dianggap lebih mudah diajak bekerja sama, lebih “beradab”, dan lebih loyal terhadap pemerintahan kolonial. Narasi seperti ini diwariskan hingga hari ini.

Tidak jarang, sebagian masyarakat timur merasa diri mereka lebih dekat dengan Barat ketimbang dengan Jakarta atau daerah mayoritas Muslim. Pandangan ini diperkuat oleh perlakuan diskriminatif yang kerap mereka alami di Jawa atau kota-kota besar lainnya, membentuk trauma sosial yang mendalam.

Maka ketika terjadi konflik antara Israel dan Palestina, simpati secara alamiah cenderung condong ke pihak Israel. Bukan semata karena dukungan politik yang mendalam, melainkan karena keterikatan identitas yang telah dibentuk sejak lama.

  1. Ajaran di Gereja

Gereja-gereja Protestan Injili dan Pentakostal memiliki pengaruh yang sangat kuat di wilayah timur Indonesia. Banyak gereja di Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua menganut teologi dispensasionalisme, yaitu keyakinan bahwa bangsa Israel akan memegang peran sentral dalam akhir zaman. Dalam pandangan ini, mendukung Israel bukan hanya persoalan geopolitik, melainkan juga bagian dari iman.

Dalam khotbah mingguan, tidak jarang para pendeta berkata, “Tuhan akan memberkati mereka yang memberkati Israel.” Jemaat didorong untuk mendoakan kedamaian Yerusalem. Bahkan, dalam beberapa acara besar seperti Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), sering diadakan sesi khusus untuk mendoakan Israel. Di beberapa gereja, pengibaran bendera Israel saat ibadah bukanlah hal yang asing.

0 Komentar