SMK Taruna yang dulunya memiliki jurusan Keperawatan kini hanya menyisakan jurusan Farmasi karena kalah bersaing dengan sekolah lain yang memiliki fasilitas dan program unggulan lebih banyak.
“Kami sekolah kecil. Tidak punya program-program unggulan yang bisa menarik banyak siswa. Kalau pemerintah tidak hadir memberi afirmasi, sekolah seperti kami akan kalah dan akhirnya tutup,” ujarnya.
Kedua pengelola sekolah menilai bahwa kebijakan 50 rombel di sekolah negeri telah menciptakan ketimpangan serius dalam sistem pendidikan.
Baca Juga:200 Anak Miskin Ekstrem di KBB Dapat Akses Pendidikan Berasrama dari Kemensos RITirta Anom Butuh Rp63 Miliar Untuk Revitalisasi Jaringan Pipa Utama
Mereka meminta agar pemerintah memikirkan ulang strategi distribusi siswa dan memberikan afirmasi nyata untuk sekolah swasta kecil yang terbukti turut berkontribusi dalam dunia pendidikan nasional.
Menurut Undang, tanpa intervensi pemerintah, kompetisi antara sekolah akan menjadi tidak sehat. Pasalnya sekolah-sekolah swasta kecil harus bersaing tidak hanya dengan sekolah negeri yang ditopang dana APBD dan APBN, tapi juga dengan sekolah swasta besar yang punya branding dan fasilitas lebih unggul.
“Kalau tidak ada keberpihakan pemerintah, maka sekolah-sekolah seperti kami hanya tinggal menunggu waktu untuk gulung tikar. Ini bukan hanya soal kelangsungan sekolah, tapi juga soal hak anak-anak untuk mendapat akses pendidikan yang adil dan merata,” tegasnya.
Pengelola sekolah swasta di Bandung Barat berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Pendidikan serta instansi terkait dapat mengevaluasi kebijakan rombel besar di sekolah negeri dan memberikan skema afirmatif untuk menjaga keberlangsungan sekolah swasta kecil.
“Kami tidak minta diperlakukan istimewa, kami hanya ingin keadilan. Jika sekolah swasta dibiarkan bertarung sendiri, tanpa dukungan dan tanpa perlindungan, maka kita sedang menciptakan ketimpangan baru dalam pendidikan,” tuturnya.
“Kami juga berharap agar distribusi siswa dapat lebih merata, atau ada kebijakan zonasi khusus untuk mendukung sekolah swasta di wilayah yang tidak memiliki cukup akses ke sekolah negeri,” tandasnya. (Wit)
