3. Fokus pada Perekrutan Investor Baru
Ini adalah inti dari skema Ponzi. Keuntungan yang diberikan kepada investor lama sepenuhnya berasal dari uang yang disetorkan oleh investor baru. Investor sering kali diiming-imingi komisi atau bonus besar jika berhasil merekrut orang lain.
4. Tidak Ada Produk atau Bisnis Nyata yang Jelas
Dana investor tidak diinvestasikan pada aset, proyek, atau bisnis yang menghasilkan keuntungan riil. Seringkali, “bisnis” yang diklaim sangat samar, tidak transparan, atau bahkan fiktif.
5. Pengelolaan Dana Tidak Transparan
Informasi mengenai bagaimana dana investor dikelola, laporan keuangan, atau strategi investasi biasanya dirahasiakan, dijelaskan secara berbelit-belit, atau tidak dapat diverifikasi.
6. Kesulitan Penarikan Dana
Baca Juga:Klarifikasi Pimpinan Aplikasi OMC Terkait Kendala WDSebentar Lagi, ini Link Cek Hasil Pengumuman Seleksi SPMB Jabar 2025 Tahap 2
Investor sering mengalami kesulitan saat ingin menarik dananya. Berbagai alasan akan diberikan, atau mereka akan diiming-imingi bonus lebih tinggi jika tidak menarik dana.
7. Lonjakan Investor di Awal
Skema Ponzi seringkali tampak meyakinkan di awal karena investor pertama benar-benar mendapatkan keuntungan dari uang investor yang baru masuk. Ini menciptakan ilusi keberhasilan dan menarik lebih banyak korban.
Aplikasi Investasi Resmi (Legal), memiliki ciri-ciri :
1. Memiliki Izin Resmi dan Diawasi OJK
Investasi legal selalu terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia. Perusahaan atau entitasnya memiliki lisensi resmi untuk mengumpulkan dana dari masyarakat dan menjalankan kegiatan investasi. Anda dapat memeriksa legalitasnya melalui situs web OJK.
2. Menawarkan Keuntungan yang Wajar dan Sesuai Risiko
Potensi keuntungan yang ditawarkan realistis dan sebanding dengan risiko yang melekat pada jenis investasi tersebut. Investor diinformasikan dengan jelas mengenai risiko yang mungkin terjadi.
3. Fokus pada Pengelolaan Dana di Bisnis Riil
Dana investor diinvestasikan pada sektor atau aset yang jelas dan menghasilkan keuntungan melalui kegiatan ekonomi yang sah (misalnya, saham, obligasi, properti, reksa dana, pengembangan bisnis nyata).
4. Transparansi dalam Informasi
Perusahaan investasi legal memberikan informasi yang jelas, lengkap, dan transparan mengenai produk investasi, laporan keuangan, strategi investasi, dan biaya-biaya terkait.
5. Proses Penarikan Dana yang Jelas dan Mudah
Investor dapat menarik dananya sesuai dengan ketentuan yang disepakati dalam kontrak, tanpa hambatan yang tidak wajar.
