Bandung Barat Siapkan Dua Lokasi untuk Sekolah Rakyat, 250 Siswa Mulai Belajar Juli Ini

Siswa SD dan SMP saat mengikuti upacara Hardiknas di Lapang Mekarsari Kompleks Pemkab Bandung Barat. Jumat (2/5). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Siswa SD dan SMP saat mengikuti upacara Hardiknas di Lapang Mekarsari Kompleks Pemkab Bandung Barat. Jumat (2/5). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES –  Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan secara resmi meluncurkan Program Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2025 mendatang.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di seluruh Indonesia.

Diketahui, peluncuran tahap pertama program akan dilakukan serentak di 100 titik di berbagai wilayah Indonesia, dengan total kapasitas mencapai 9.700 siswa. Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, akan memimpin langsung prosesi peluncuran nasional ini.

Baca Juga:Terseret Kasus Korupsi Anak Usaha MUJ, Ridwan Kamil Berpotensi Diperiksa Kejari BandungTeras Cihampelas Tak Jadi Dibongkar, Nilai Appraisal Sentuh Rp80 Miliar

Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pendidikan gratis berasrama yang menyasar anak-anak dari keluarga pra sejahtera, termasuk dari kategori miskin ekstrem.

Program ini dirancang agar siswa mendapatkan pendidikan formal yang terintegrasi dengan pembinaan karakter, keterampilan hidup, dan bimbingan sosial secara intensif.

Selain itu, pemerintah menargetkan lulusan Sekolah Rakyat menjadi generasi muda tangguh, produktif, dan siap bersaing, baik secara akademik maupun non-akademik.

Menanggapi peluncuran nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyatakan siap mendukung penuh dan menjadi bagian dari pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.

Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda KBB, Asep Sehabudin, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua lokasi sementara untuk menampung siswa angkatan pertama.

“Untuk tingkat SMP akan dilaksanakan di Sekolah Wiyataguna Cisarua, sedangkan tingkat SMA akan bertempat di Balai Kementerian Sosial di Cikole, Lembang,” ujar Asep saat dihubungi, Selasa, 8 Juli 2025.

Menurut Asep, dalam program tersebut, Bandung Barat mendapatkan kuota 250 siswa, yang terdiri dari 100 siswa tingkat SMP dan 150 siswa tingkat SMA. Seluruh proses perekrutan siswa, lanjut dia, telah selesai dilakukan, kini pemerintah daerah tengah mempersiapkan sarana serta prasarana pendukung menjelang tahun ajaran baru yang akan dimulai pada Juli ini.

Baca Juga:Sekolah Rakyat Ciwidey akan Miliki Gedung Permanen, 6 Kelas Sementara Telah DibukaBandung Uji Coba Desain Trotoar Inklusif Lewat Pendekatan Laboratorium Kota

Kendati begitu, Asep menyebut bahwa pelaksanaan Sekolah Rakyat tahun pertama di KBB ini masih bersifat sementara, namun pemerintah daerah didorong untuk menyiapkan lahan tetap guna pembangunan sekolah terpadu ke depannya.

“Pak Bupati tengah memikirkan lokasi yang cocok untuk pembangunan Sekolah Rakyat terpadu. Dibutuhkan lahan seluas lima hektare karena sekolah ini harus terintegrasi dari jenjang SD, SMP hingga SMA,” tambahnya.

0 Komentar