Masjid Jami Soeprapto Soeparno hadir dengan desain arsitektur modern yang mengutamakan kesederhanaan, minimalisme, dan fungsionalitas, selaras dengan lingkungan sekitar. Dirancang sebagai ruang yang terbuka, masjid ini akan menjadi pusat spiritual dan sosial yang merefleksikan nilai-nilai Islam, seperti kesederhanaan, keterbukaan, dan kebermanfaatan.
Penerapan konsep arsitektur tropis modern dengan memastikan ventilasi alami dan pencahayaan maksimal, menciptakan suasana nyaman serta menyatu dengan alam.
Desain atap masjid yang simetris empat sisi memiliki filosofi mendalam, melambangkan keseimbangan, perlindungan, dan keselarasan dengan alam, sekaligus menunjukkan peningkatan hubungan spiritual. Gerbangnya yang memadukan lengkungan dan garis tegas, melambangkan keterbukaan dan keramahan.
Baca Juga:Sambut Liburan Sekolah, Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan Promo StaycationSimpang Daralon Cibinong Sudah Bisa Dilalui Pengendara, Meski Belum Serah Terima Resmi
Inspirasi atap siluet ikan pari yang melambangkan kekuatan dan ketahanan. Serta menara masjid yang menjulang unik serta kombinasi warna hitam dan putih yang melambangkan keagungan, dinamika kehidupan, kekuatan dan kesucian.
Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto menjelaskan, Masjid Jami Soeprapto Soeparno akan menjadi sebuah landmark baru yang bukan hanya memperkaya arsitektur kota, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan spiritual dan sosial masyarakat sekitar.
“Kami berharap masjid ini akan menjadi mercusuar kebaikan, tempat di mana nilai-nilai “Berbagi, Memberi dan Menyantuni” yang menjadi filosofi dasar yang selalu almarhum sampaikan dapat terus tumbuh dan berkembang,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama TIKI, Yulina Hastuti dalam kesempatan tersebut menuturkan, Pembangunan Masjid Jami Soeprapto Soeparno merupakan bentuk kontribusi sosial yang menyentuh akar kebutuhan masyarakat — yakni tempat yang menyatukan, menguatkan, dan memberdayakan.
“Amanah Almarhum tentang pentingnya menjunjung nilai inklusivitas, serta kepedulian kepada anak-anak yatim, ibu janda, dan penyandang tunanetra, menjadi landasan utama dari inisiatif ini. Kami berharap masjid ini dapat menjadi ruang bersama yang mendorong tumbuhnya solidaritas, menghadirkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan untuk masyarakat sekitar,” tuturnya.
Pembangunan Masjid Jami Soeprapto Soeparno ditargetkan selesai pada Juni 2026. Bangunan ini di desain oleh Spotlight Spaces, perusahaan Desain & Arsitektur yang berbasis di Jakarta.
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, Spotlight Spaces berkomitmen untuk memastikan pemakaian bangunan masjid dan lahan di sekitarnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Fasilitas yang akan disediakan meliputi lahan parkir yang luas, dengan memiliki taman dan halaman yang luas, serta desain yang ramah bagi lansia, ibu dan anak, dan aksesibel untuk teman difabel.
