JABAR EKSPRES — Setelah sempat ditutup sementara akibat konflik dualisme kepengurusan, Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) resmi kembali dibuka untuk umum mulai Jumat, 4 Juli 2025. Penutupan sebelumnya terjadi pada Kamis (3/7) sebagai dampak dari perebutan kewenangan antara dua kubu pengelola.
Menurut Sulhan Syafii, Humas Bandung Zoo dari pihak Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), operasional kembali dibuka usai pihaknya mengambil alih kembali pengelolaan dari tangan pengelola sebelumnya yang diklaim berasal dari Taman Safari Indonesia (TSI).
“Hari ini kami buka lagi setelah mengambil alih pengelolaan pada Rabu malam. Sejak 20 Maret lalu, pengelolaan sempat dipegang oleh pihak TSI. Tapi karena mereka tidak bisa menunjukkan akta kepengelolaan yang sah, kami terpaksa ambil alih,” jelas Aan—sapaan akrabnya—saat ditemui di lokasi.
Baca Juga:Ketua DPRD Cimahi Tegaskan Tak Boleh Ada Diskriminasi Pasien BPJS di RSUD CibabatDorong Ekonomi Kreatif Inklusif, Bank Mandiri Latih 70 Pelaku Usaha Naik Kelas di Depok
Aan menyebutkan bahwa pengambilalihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan keuangan, pintu masuk, area parkir, hingga perawatan dan pemberian pakan satwa.
“Penutupan kemarin dilakukan untuk pembenahan internal. Kini semua sudah kembali dikuasai oleh kami,” tegasnya.
Menanggapi pembukaan kembali kebun binatang, Humas Bandung Zoo dari pihak TSI, Ully Rangkuti, menyatakan bahwa langkah tersebut memang perlu diambil demi kenyamanan publik.
“Kami tetap menginginkan agar konflik internal ini tidak sampai merugikan pengunjung. Penutupan kemarin seharusnya tidak perlu terjadi,” ujarnya.
Ully menambahkan bahwa saat ini Bandung Zoo tetap dibuka dengan harga tiket liburan sekolah sebesar Rp65.000 per orang, berlaku hingga 6 Juli 2025.
Meski operasional kembali normal, Ully menegaskan bahwa permasalahan dualisme kepengurusan belum selesai sepenuhnya. “Dibuka kembali bukan berarti konflik internal tuntas. Kami hanya ingin menjaga agar dampaknya tidak sampai ke masyarakat,” tuturnya.
Latar Belakang Konflik
Konflik kepengurusan ini memuncak pada Rabu malam (2/7), saat terjadi ketegangan antara pihak karyawan dan vendor keamanan Red Guard, yang berujung pada pengambilalihan ruang keuangan oleh pihak YMT.
Baca Juga:Gudang Pupuk di Banjar Digeledah, Dugaan Korupsi Subsidi Capai Rp16 MiliarTerseret Kasus Dugaan Korupsi Bandung Zoo, Kejati Jabar Selidiki Peran Eks Sekda Kota Bandung Yossi Irianto
“Sejak Maret lalu ada pihak yang mengaku dari Taman Safari mengambil alih. Karena itu, kami melakukan pengamanan kembali aset dan sistem keuangan,” jelas Sulhan sehari sebelumnya.
Meski konflik internal masih berjalan, kedua pihak berharap operasional Bandung Zoo dapat terus berjalan normal demi kenyamanan pengunjung selama masa liburan sekolah.
