JABAR EKSPRES – Meski angka pengangguran di Kota Cimahi diklaim mengalami penurunan, tantangan ketenagakerjaan masih membayangi.
Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Ketenagakerjaan meluncurkan aplikasi Sidakeptri (Sistem Informasi Data Ketenagakerjaan dan Pelatihan Terintegrasi) sebagai media layanan informasi ketenagakerjaan.
Namun efektivitasnya sebagai solusi struktural atas persoalan pengangguran masih perlu dipertanyakan.
Baca Juga:Martasandy Group Kembali Gelar Sunat Eksklusif Gratis untuk MasyarakatBelum Ada Halte Transjabodetabek P11 di Bogor, Dishub: Sabar Dulu!
“Di Sidakeptri itu berbagai jenis layanan kami sajikan. Dari mulai permohonan AK-1 atau kartu kuning, bagi masyarakat ini sudah melalui online. Kedua, untuk membuka atau menyebarkan informasi apabila ada lowongan kerja. Ketiga, ada juga job seeker, yaitu untuk pencari kerja,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Cimahi, Asep Jayadi saat dihubungi Jabar Ekspres via telefon, Jum’at (4/7/25).
Melalui aplikasi ini, kata Asep, pencari kerja dapat memasukkan profil pribadi dan kompetensinya agar bisa dilihat langsung oleh perusahaan.
“Misalnya saya mengiklankan sendiri nama saya Asep Jayadi, usia sekian, saya punya keahlian, misalnya untuk menjadi seorang apa gitu kan? dengan kapasitas seperti ini. Nah, seperti itu nanti kan perusahaan yang melihat juga bisa, ‘Oh, ini ada orang yang dicari, ini spesifikasinya,’ ” jelas Asep.
Selain menjadi media untuk pencari kerja, Sidakeptri juga menyediakan informasi pelatihan. Asep menyebutkan misalnya pelatihan menjahit atau pelatihan apa saja.
“Nah, bagi warga Kota Cimahi yang berminat, silakan. Ada syarat-syaratnya di situ. Sebagai media informasi tentang ketenagakerjaan saja di Kota Cimahi,” imbuhnya.
Namun, hingga kini belum ada kajian menyeluruh soal seberapa besar kontribusi platform digital ini terhadap pengurangan angka pengangguran.
Data terakhir menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Cimahi menurun dari 10,52 persen pada 2023 (setara dengan 33.192 orang) menjadi 8,97 persen pada 2024 (28.979 orang).
Baca Juga:Disperindag KBB “Semprot” Agen LPG 3 Kg: Harga Wajib Sesuai HET!Dikritik Anti Islam Usai Ganti Nama RSUD Al Ihsan, Dedi Mulyadi Singgung Kasus Korupsi Yayasan
Penurunan sebesar 1,55 persen ini, menurut Asep, turut dipengaruhi oleh keberadaan Sidakeptri. Namun ia sendiri mengakui bahwa itu berdasarkan hasil survei Sakernas dari BPS, bukan dari data aplikasi tersebut secara langsung.
“Artinya dengan adanya aplikasi itu juga warga Cimahi mungkin ada yang keterima kerja di mana-mana. Ya, kalau bisa mengakses itu, warga Cimahi juga akan terbantu,” ujar Asep.
