Adapun hojicha diproduksi dari daun teh, batang, tangkai, atau ranting yang sudah matang yang dipanggang pada suhu tinggi antara 150 derajat celcius atau 303 farenheit. Proses pemanggangan tersebut menghasilkan warna dan rasa yang khas.
Selain bisa digiling menjadi bubuk, hojicha dapat ditemukan dalam bentuk daun lepas.
– Warna dan Rasa
Untuk warna matcha adalah hijau cerah. Namun hojicha berbeda meski sama-sama teh hijau, sebab berwarna cokelat kemerahan.
Baca Juga:6 Rekomendasi Motor Matic untuk Touring Termurah dan Bagus 2025, Jagoan Perjalanan Jauh!Jadi Calon Honda BeAT Killer, Inilah 5 Kelebihan Motor Matic Sporty Keeway Icon 110i
Di lain sisi urusan rasa, matcha kaya rasa, umami, serta sedikit manis dengan aroma rumput dan tumbuhan. Sementara karakter rasa hojicha berasap, punya aroma roti panggang dan kacang dengan nada tanah, serta lembut dan halus sebagaimana mengutip Yoocha Matcha.
– Kandungan Kafein
Kandungan kafein matcha jauh lebih tinggi daripada hojicha. Alasannya sebab semua daun matcha dikonsumsi dan dibuat dari daun lebih muda, yang secara alami mengandung lebih banyak kafein.
Sementara itu hojicha mengandung kafein yang sangat rendah lantaran menggunakan daun dewasa dan terkadang batang/ranting, yang secara alami kandungan kafeinnya lebih rendah. Proses pemanggangan pun berpotensi memangkas kadar kafeinnya lebih lanjut.
– Efek dan Saran Waktu Mengonsumsinya
Ada perbedaan efek juga di antara kedua teh hijau khas Jepang ini. Matcha punya efek meningkatkan energi buat membantumu fokus, sedangkan hojicha efeknya menenangkan sehingga cocok kalau kamu ingin rileks.
Matcha disarankan untuk dikonsumsi ketika pagi atau siang hari. Sebaliknya, hojicha disarankan agar dikonsumsi saat sore atau malam hari.
