Baik dari tampilan aplikasi, sistem produk, hingga keuntungan yang ditawarkan, semuanya sangat mirip. Bahkan RajaWings juga disinyalir satu pengembang dengan aplikasi Tamarik, yang juga memiliki modus serupa dan masih beroperasi hingga saat ini.
Contoh produk-produk dalam aplikasi tersebut:
- Produk awal
- Produk kesejahteraan
- Janji keuntungan besar tanpa transparansi sumber dana
Semua ini menunjukkan bahwa RajaWings hanyalah reinkarnasi dari aplikasi scam sebelumnya, yang mencoba “berganti baju” untuk menjaring korban baru.
Banyak pengguna yang mengaku sempat menerima pembayaran di awal, terutama ketika mereka hanya menyetor dana kecil seperti Rp50.000 atau Rp200.000. Tapi ini hanya bagian dari strategi umpan awal agar korban percaya dan tergoda menginvestasikan dana lebih besar.
Baca Juga:Cuma Butuh KTP Bisa Cairkan Saldo DANA Rp1,5 Juta ke E-Wallet Kamu, Begini CaranyaSiapa Pemilik PT G70 Asia? Perusahaan Desain Elit Asal Jakarta yang Viral di Media Sosial
Setelah dana besar disetor, seperti Rp5 juta hingga Rp13 juta, akun pengguna bisa tiba-tiba diblokir tanpa peringatan, dan seluruh uang pun hangus tak bersisa. Inilah ujung dari semua aplikasi ponzi: awalnya manis, ujungnya tragis.
Aplikasi Raja Wings sangat kuat diduga merupakan bagian dari skema investasi bodong berkedok penghasil uang, yang menyasar masyarakat awam dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Meski tampaknya membayar di awal, uang yang digunakan hanyalah perputaran dana antar member sama sekali tidak ada bisnis nyata di baliknya.
Jika Anda sudah terlanjur bergabung, sebaiknya jangan lanjutkan investasi. Dan bagi yang belum mencoba, hindari dan laporkan aplikasi semacam ini ke OJK atau Satgas Waspada Investasi.
Ingat, uang yang terlihat mudah didapat lewat cara seperti ini, tidak akan membawa keberkahan. Bahkan bisa menjadi bencana jika terlambat menyadari.
