“Sebelumnya sudah kami tegur,” ucapnya.
Purwanto menambahkan, saat ini KCD yang mewilayahi Kota Banjar, Kabupaten Ciamis dan Pangandaran itu juga telah mendapat perlakuan khusus.
“Ini juga sedang kami evaluasi,” sambungnya.
Langkah itu bukan tanpa sebab, Kepala KCD XIII Widhy Kurniatun telah cukup menyita perhatian publik karena sikap dan tindakannya.
Pada Senin (30/6) misalnya, Kantornya yang berada di Ciamis digeruduk mahasiswa. Para Mahasiswa demo atas kinerja dari Kepala KCD itu.
Baca Juga:Rencana Perpanjangan Jam Operasional Taman di Kabupaten Bogor, DPKPP Bakal Lakukan Evaluasi!Terjadi Peningkatan, Polisi Buru Otak Pengedar Ekstasi di Kota Bandung
Poster-poster berisi kecaman tajam teracung tinggi. Tulisan-tulisan seperti ‘Kepala KCD 13 Gagal Menjalankan Mandat!’, ‘Kinerja buruk, pecat!’, ‘KCD 13 Gagal Jaga Mutu Pendidikan Banjar Ciamis Pangandaran!’, menjadi saksi bisu kepedihan para pendemo terhadap carut-marut pendidikan.
Sebelum itu, Kepala KCD XIII juga menyita perhatian. Sikap dingin dan absennya Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XIII Jawa Barat dalam setiap forum koordinasi di Kabupaten Ciamis memantik kegeraman terbuka Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya.
Bupati Ciamis secara tegas mempertanyakan komitmen dan kebetahan pejabat provinsi tersebut di bumi Tatar Galuh, menyusul pola penghindaran yang dinilai telah menjadi kebiasaan.
“Kepala KCD Pendidikan Wilayah Xlll (13) sudah beberapa kali diundang oleh DPRD, Dinas Pendidikan bahkan oleh saya sendiri sebagai Bupati Ciamis, tetapi tetap saja tidak pernah hadir sama sekali,” ucap Bupati Herdiat dengan nada kesal usai membuka Expo Pendidikan di Aula Disdik Ciamis, Rabu (18/6/2025).
Yang tak kalah penting adalah terkait nasib Gedung SMKN 1 Cijeunjing di Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis. Gedung itu mangkrak, bahkan kini tengah diusut aparat penegak hukum. (CEP).
