Platform ini mengklaim bahwa mereka bukan aplikasi investasi, melainkan sekadar tempat pengguna “memberikan rating” pada produk-produk ternama. Namun, logikanya sangat janggal.
Bagaimana bisa hanya dengan memberi rating, seseorang bisa mendapat penghasilan hingga jutaan rupiah? Tentu saja ini mencurigakan. Faktanya, pengguna diwajibkan menyetor dana (deposit) dan kemudian dijanjikan imbal hasil lebih besar, yang merupakan ciri klasik dari skema investasi bodong.
Dalam NIB milik OMC, tercantum kode KBLI 63122 yang mengacu pada aktivitas penyediaan informasi melalui internet. Namun, dari data OSS diketahui bahwa kode ini tidak mengizinkan pelaksanaan transaksi pembayaran dalam sistem elektronik, sebagaimana yang dilakukan OMC saat ini.
Baca Juga:Tecno Pova 7 HP Gaming 2025 Terbaik di Kelasnya? Segini HarganyaDapat Saldo DANA Gratis Rp300.000 Tanpa Aplikasi, Langsung Masuk Dompet Digital
Dengan kata lain, aktivitas utama OMC menyalahi izin usaha yang mereka daftarkan. Ini memperkuat dugaan bahwa platform ini beroperasi secara ilegal dan berpotensi besar menipu masyarakat.
OMC juga menerapkan skema referal, di mana semakin banyak pengguna yang berhasil mengajak orang lain bergabung, maka semakin besar pendapatan yang dijanjikan.
Bahkan dalam aplikasi ini terdapat jabatan-jabatan seperti “Manajer Kota” dengan gaji hingga Rp100 juta per bulan. Namun perlu dicatat, gaji tersebut bersumber dari setoran member lain, bukan dari keuntungan bisnis riil. Ini sama saja seperti patungan membayar bos sendiri.
Jika nanti platform ini tutup alias scam, para “leader” akan menghilang begitu saja tanpa pertanggungjawaban persis seperti kasus-kasus skema Ponzi sebelumnya.
OMC juga kerap menggelar event serta menampilkan kegiatan sosial untuk menarik simpati calon korban. Namun strategi ini bukan hal baru. Sebelumnya, aplikasi sejenis seperti BBH juga melakukan hal yang sama, dan kini telah terbukti menjadi penipuan besar-besaran.
Event-event tersebut didanai dari deposit para member, yang berarti uang Anda digunakan untuk membuat seolah-olah perusahaan ini kredibel dan terpercaya. Sebelum scam, aplikasi penipuan semacam ini sering membuat drama tambahan, seperti:
- Permintaan bayar pajak
- Deposit ulang untuk verifikasi akun
- Syarat-syarat palsu lainnya
Semua ini adalah jebakan terakhir untuk menguras dana pengguna sebelum akhirnya platform menghilang dan tidak bisa diakses.
Baca Juga:5 Tempat Wisata Yogyakarta yang Edukatif Untuk Anak-anakAdMedika Gandeng Kitabisa.org Beri Layanan Test Mini MCU bagi Warga Kampung Rambutan Bogor
Sangat disayangkan masih banyak orang yang membela OMC, bahkan menyerang pihak-pihak yang berusaha memberikan edukasi. Banyak juga ibu rumah tangga, pengangguran, atau netizen dari grup Facebook yang termakan iming-iming keuntungan instan.
