JABAR EKSPRES – Temuan terjadinya kecurangan SPMB atau Sistem Penerimaan Murid Baru Jabar, mengundang reaksi keras dari Gubernur Jabar Dedy Mulyadi.
Dedi yang akrab disapa KDM ini menegaskan akan mengambil langkah yang bisa memberikan efek jera kepada pelaku kecurangan.
Bukan hanya itu, KDM bahkan akan mengumumkan nama pihak-pihak yang melakukan kecurangan dengan menitipkan siswa pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murdi (SPMB) Jabar 2025.
Baca Juga:Satgas Pasti Jabar Imbau Masyarakat Waspadai Modus Penipuan dan Penawaran Investasi Tanpa IzinICONNET Jawa Barat Gelar Aksi Sosial di Panti Asuhan Al-Fitroh Bandung
“Baik yang menitipkan maupun yang dititipkan dan bagi mereka yang dititipkan kemudian mengikuti yang menitipkan, kami akan melakukan pengumuman secara terbuka siapa yang menitipkan, dan siapa yang menerima titipan,” sebut Dedi Mulyadi di media sosial pribadinya.
Kecurangan lain yang ditemukan pada SPMB jabar saat dibukanya pendaftaran tahap 1, juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi jabar Purwanto.
Purwanto menjelaskan, ada dua Kota dan Kabupaten yang ditemukan adanya kecurangan, yakni Garut dan Bandung.
“Beberapa sudah ditemukan, tapi kita lagi di verifikasi dulu,” sebutnya kepada wartawan. Mayoritas kecurangan yang ditemukan pihak Disdik adalah tentang domisili yang dipalsukan.
Akibat dari kecurangan tersebut ada beberapa calon murid baru yang harus dianulir pendaftarannya karena terbukti melakukan kecurangan.
Salah satunya terjadi di SMAN 3 Bandung, dimana ada sekitar 10 calon murid baru yang sampai di anulir.
Sementara Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikdasmen Faisal Syahrul mengatakan, telah menggandeng sejumlah lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan, Ombudsman RI, dan Inspektorat Daerah untuk melakukan pengawasan bersama pelaksanaan SPMB 2025.
Baca Juga:Xooply by Metranet Dukung Transformasi Ekosistem Digital Koperasi AstraNEKAD, Aplikasi Risetcar Promosi di Markas Polisi, Padahal Sudah Dinyatakan Ilegal Oleh Satgas PASTI
“Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera serta menjamin integritas proses penerimaan siswa baru.” sebutnya.
Hal ini senada dengan ucapan gubernur yang akan mengaku akan konsisten dengan SOP SPMB Jabar. Gubernur juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan tercela hingga kecurangan.
“Untuk itu, mari kita bersama-sama menjaga iklim yang sangat baik dalam dunia pendidikan di Jawa Barat untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang tercela baik yang menitipkan maupun yang dititipkan,” ucap Dedi Mulyadi.
