“Saya ingin membuka ruang dialog dengan berbagai pihak. Termasuk mendengar langsung aspirasi dari akar rumput,” ujar Nurfallah.
Ia juga mengungkapkan adanya dorongan dari masyarakat Kecamatan Panjalu, daerah asalnya, serta sinyal-sinyal dukungan yang diterimanya dari PDI Perjuangan di Bandung.
Mengenai pilihannya mendatangi PKB, Nurfallah menyebut partai tersebut memiliki posisi yang cukup signifikan dan strategis di panggung politik Ciamis. “PKB punya kursi signifikan di DPRD Ciamis. Saya melihat mereka cukup terbuka dan siap berdiskusi. Ini langkah awal yang baik,” pungkas mantan Kapolres Bandung Timur itu.
Baca Juga:PGN Tingkatkan Peran Agregator Gas Nasional demi Industri BerkelanjutanSakola Motekar Ciamis Hidupkan Kembali Permainan Rakyat di Festival Jabar 2025
Ia menilai sikap keterbukaan yang ditunjukkan PKB merupakan hal positif dalam proses komunikasi politik yang tengah dibangun. Dengan terjalinnya komunikasi awal antara figur potensial non-partai seperti Nurfallah dengan partai politik yang memiliki basis kuat di legislatif seperti PKB, dinamika politik di Ciamis terkait pengisian posisi calon Wakil Bupati diperkirakan akan semakin berkembang.
Interaksi ini membuka babak baru dalam proses pencarian sosok yang diharapkan dapat mendampingi Bupati Herdiat Sunarya memimpin Ciamis menghadapi tantangan ke depan. Ruang dialog politik kini mulai terbuka, menunggu langkah-langkah strategis selanjutnya dari berbagai pihak yang berkepentingan. (CEP)
