Dorong Inovasi Pengelolaan di Tiap Kelurahan, Wakil Wali Kota Cimahi Siapkan Solusi Ini

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira saat Meninjau Bank Sumber Daya Sampah Induk di Melong (istimewa)
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira saat Meninjau Bank Sumber Daya Sampah Induk di Melong (istimewa)
0 Komentar

Ia mengingatkan agar Cimahi tak mengulang tragedi Leuwigajah yang menelan korban jiwa akibat penumpukan sampah.

“Sampah harus selesai di wilayah. Di masing-masing wilayah harus beres,” tegasnya.

Adhitia menargetkan adanya Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) mini di setiap kelurahan, yang dilengkapi tempat sortir, pengelolaan organik, hingga teknologi pembakaran atau generator untuk residu.

Baca Juga:Patroli Sungai dan Pesisir hingga Pendidikan Anak, Dedi Mulyadi Gandeng TNI ALGagal Masuk SD Negeri Gara-Gara KK! Orang Tua di Cimahi Panik, Anak Terancam Tak Sekolah

“Harus lengkap. Di setiap wilayah harus rapi dan punya fasilitas pengelolaan,” tegasnya.

Keberadaan Bank Sampah seperti di Melong menurutnya sangat membantu menyelesaikan sebagian besar persoalan, mengingat Cimahi kekurangan lahan.

“Kita nggak punya cukup lahan untuk bikin TPA di setiap wilayah. Ini sangat membantu,” ujarnya.

Adhitia juga menyebutkan, Gubernur Jawa Barat telah mengupayakan pemberian enam alat insinerator untuk Kota Cimahi. Menurutnya, langkah ini patut diapresiasi dan ditindaklanjuti, meskipun tetap harus memperhatikan regulasi yang berlaku.

“Kalau terlalu kaku soal aturan, ya nggak akan beres. Tapi juga tetap harus ikuti aturan main, apalagi kalau sudah masuk wilayah barang khusus,” katanya.

Adhitia menegaskan pentingnya menghargai upaya para penggiat pengelolaan sampah yang telah bekerja keras dan berinovasi. Ia berharap aturan bisa lebih fleksibel untuk mendukung kreativitas mereka.

“Kalau semua dilarang, ya repot. Masalah sampah nggak akan selesai-selesai,” ujarnya.

Baca Juga:Sensasi All You Can Eat Teppanyaki di ibis Bandung Pasteur – Promo Spesial Buy 1 Get 1!Gedung Baru Pasar Cihaurgeulis Mulai Diisi, Perumda Sebut Sempat Terkendala Audit dan Kasus Hukum

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) Kota Cimahi, Wahyu Dharmawan, menilai bahwa persoalan sampah plastik bisa diselesaikan lebih efektif jika ada lebih banyak fasilitas seperti Bank Sampah di tiap kelurahan.

“Mengingat ada lebih dari 300 RW di Cimahi, kami menduga pengelolaan bisa ditangani dengan 20 fasilitas seperti ini yang tersebar merata,” kata Wahyu saat dikonfirmasi Jabar Ekspres melalui WhatsApp, Kamis (26/6/2025).

Wahyu menjelaskan, pihaknya memproses empat jenis plastik menjadi produk turunan yang bisa mengurangi volume secara signifikan. Dari 50 kg plastik yang semula memiliki volume 1,8 m³, setelah diproses hanya menjadi 0,05 m³ penyusutan hingga 97%.

“Kalau yang keluar dari Cimahi hanya residu dan B3, tanpa plastik, maka ritase angkutan yang tersedia bisa tetap mencukupi,” ujarnya.

Wahyu berharap Pemkot Cimahi mendorong layanan ini untuk bisa diterapkan di semua kelurahan. Ia menyebut tantangan terbesarnya adalah regulasi pusat, di mana pendekatan thermal wajib memiliki izin UKL-UPL.

0 Komentar