Gedung Baru Pasar Cihaurgeulis Mulai Diisi, Perumda Sebut Sempat Terkendala Audit dan Kasus Hukum

Sejumlah warga berada di bangunan luar Pasar Cihaurgeulis yang sempat mangkrak, Kota Bandung, Rabu (25/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Sejumlah warga berada di bangunan luar Pasar Cihaurgeulis yang sempat mangkrak, Kota Bandung, Rabu (25/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gedung baru Pasar Cihaurgeulis di Jalan Suci, Kota Bandung, akhirnya akan segera difungsikan oleh para pedagang tahun ini. Direktur Utama Perumda Pasar Juara, Aditya, menyatakan pengisian gedung lima lantai tersebut tinggal menunggu keputusan Wali Kota Bandung.

“Kemarin memang ada beberapa hal yang menjadi kendala. Mulai dari proses audit kondisi bangunan hingga menunggu penyelesaian kasus hukum,” ujar Aditya kepada Jabar Ekspres di lokasi, Rabu (25/6).

“Sekarang masalah itu sudah selesai. Insyaallah clear, termasuk soal lahan parkir. Teman-teman kejaksaan pun sudah aman,” imbuhnya.

Baca Juga:Dorong Regenerasi dan Kolaborasi Keamanan Desa, Ratusan Linmas KBB Ikut JamboreBREAKING NEWS: Jalan di Depan Kantor Wali Kota Cimahi Ambles Usai Hujan Deras

Gedung pasar yang sempat mangkrak ini sebelumnya telah melalui audit dari kejaksaan. “BST memang sempat 100 persen, tapi kondisi di lapangan belum 100 persen. Tapi intinya kami sudah dapat surat, ini bisa dipakai kembali,” kata Aditya.

Dia menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan laporan kepada Wali Kota terkait rencana pengisian gedung tersebut. Strategi pengelolaan dan penempatan pedagang akan dirapatkan lebih lanjut.

“Secara pribadi kami juga ingin secepatnya. Mudah-mudahan para pedagang bisa segera bergeser ke bangunan baru yang sudah ada,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, dalam inspeksi mendadaknya menekankan bahwa gedung baru itu harus segera dimanfaatkan.

Dia meminta agar pedagang lama menjadi prioritas utama untuk menempati lantai dasar dan lantai satu. “Kalau saya ingin ini harus secepatnya diisi. Pedagang juga secepatnya ingin pindah,” kata Erwin.

Dia juga menolak pelibatan pihak ketiga dalam pengelolaan, karena dikhawatirkan akan membebani pedagang lewat tarif sewa kios yang lebih tinggi.

Direncanakan, sebanyak 200 pedagang akan mengisi dua lantai awal terlebih dahulu. Lantai atas masih akan menunggu proses perbaikan. Pemerintah Kota Bandung juga disebut tengah mendata pedagang yang bangkrut dan akan memberikan dukungan dari sisi permodalan.

Baca Juga:Usai Penggerebekan di Megamendung, Pemkab Bogor Siapkan Langkah Intervensi Atasi HIVSoroti Realisasi Program Rutilahu KBB, Fraksi PDIP: Ini Menyedihkan!

Dia juga menyebut bahwa pemerintah berencana merevitalisasi puluhan pasar tradisional lainnya di Bandung. “Kalau pasar ini sudah kembali normal, nanti warga juga akan ramai berbelanja ke sini,” pungkasnya.

0 Komentar