Di titik inilah, rantai penipuan yang berawal dari media sosial mulai terbuka. Modusnya ternyata cukup sistematis: jual beli rekening dan dompet digital menjadi pintu masuk utama untuk berbagai jenis penipuan. Para pelaku menggunakan identitas dan rekening orang lain untuk mengelabui korbannya, menciptakan ilusi transaksi yang sah, padahal seluruhnya adalah skema penipuan.
Pola pergerakan uang dalam rekening yang digunakan untuk penipuan terbilang sangat cepat. Ketika korban mentransfer dana ke rekening atau dompet digital milik pelaku, yang menggunakan identitas orang lain, uang tersebut langsung dipindahkan ke rekening atau dompet digital lainnya dalam hitungan menit.
Menurut Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Trihartono, pola seperti ini sering ditemukan dalam berbagai kasus penipuan tiket konser.
Baca Juga:Galbay Jadi Isu Serius Jelang Ancaman Perang Dunia III, Utang Pinjol Tembus Rp80 TriliunDetik-Detik Evakuasi Juliana Marins, Pendaki Brasil yang Tewas di Rinjani
“Pola umum dari penipuan seperti ini adalah memindahkan dana ke seluruh instrumen keuangan, termasuk dompet digital. Nah, dompet digital ini bisa digunakan untuk transaksi di Payment Interface System (PIS), bisa juga digunakan untuk penarikan tunai di berbagai merchant, termasuk minimarket. Begitu uang ditarik tunai, maka jejaknya pun terputus, dan akan semakin sulit mengidentifikasi siapa pelaku sebenarnya,” jelas Danang.
Ia juga menambahkan bahwa motif utama para pelaku adalah agar identitas mereka tidak terdeteksi, sekaligus untuk mempercepat proses penghilangan jejak. Biasanya, rekening yang digunakan bersifat sementara dan hanya aktif dalam waktu singkat.
“Dalam kasus penipuan tiket konser, periode penjualannya biasanya cukup singkat, dari pembukaan hingga hari konser berlangsung. Jadi, umur penggunaan rekening juga hanya sebatas periode itu. Setelahnya, ditinggalkan, lalu digunakan lagi rekening baru untuk konser berikutnya. Semuanya memang sengaja dibentuk untuk tujuan sementara,” tambahnya.
Fenomena ini setidaknya mengungkap dua hal penting yang perlu diperhatikan oleh masyarakat:
– Jangan mudah tergiur dengan penawaran tiket konser melalui media sosial atau platform yang tidak resmi. Selalu beli melalui kanal distribusi tiket yang terpercaya.
– Jangan anggap remeh data pribadi Anda. Ini yang paling penting. Selalu waspada dan berhati-hati saat membagikan data pribadi, terutama informasi sensitif seperti nomor rekening, KTP, atau akses dompet digital, baik secara langsung maupun melalui platform daring.
