Selain AMV, masih ada banyak aplikasi lain yang menggunakan modus serupa. Salah satunya adalah aplikasi OMC. Aplikasi ini menggunakan cara yang berbeda, yaitu dengan meminta penggunanya memberikan rating terhadap foto atau produk tertentu. Mereka mengklaim telah bermitra dengan berbagai merek ternama dan brand global. Namun, jika kita berpikir logis, klaim semacam itu sangat tidak masuk akal.
Pada dasarnya, skema yang digunakan oleh aplikasi OMC tidak jauh berbeda dengan AMV. Pengguna baru diberikan akses gratis di awal, namun pada akhirnya tetap diarahkan untuk melakukan deposit. Modusnya berbeda, tetapi tujuannya tetap sama, menjebak korban sebanyak-banyaknya dalam skema penipuan yang terstruktur.
Untuk aplikasi AMV, modus yang digunakan adalah dengan meminta pengguna mengunduh aplikasi, sedangkan aplikasi OMC menggunakan modus memberikan rating terhadap foto atau produk. Kedua aplikasi ini telah berkembang pesat di Indonesia, bahkan sudah banyak kantor cabang yang didirikan.
Baca Juga:7 HP 5G Layar AMOLED 120 Hz Murah Terbaik 2025, Mulai Rp2 Jutaan!Cara Penipuan Tiket Konser Menyasar Rekening dan KTP Anda
Modus operandi mereka sangat mirip, mendirikan kantor, mengadakan kegiatan sosial, pertemuan komunitas, hingga diliput oleh media lokal. Namun, semua itu tidak bisa dijadikan jaminan bahwa aplikasi tersebut legal atau aman. Satu-satunya cara untuk memastikan legalitas sebuah aplikasi investasi adalah dengan memeriksa apakah aplikasi tersebut telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga resmi yang mengawasi aktivitas investasi di Indonesia.
Meski demikian, banyak yang berdalih bahwa aplikasi semacam ini bukanlah aplikasi investasi. Padahal, jika kalian diminta untuk melakukan deposit ke dalam aplikasi, maka itu sudah masuk ke dalam kategori investasi. Sayangnya, ini bukanlah bentuk investasi yang sah, melainkan investasi bodong yang berujung pada penipuan. Oleh karena itu, berhati-hatilah bagi kalian yang sudah terlanjur bergabung dalam aplikasi semacam ini.
Saat ini, aplikasi-aplikasi seperti ini biasanya juga mengadakan event atau promo tertentu. Jika sebuah aplikasi mulai aktif mengadakan event seperti ini, biasanya itu merupakan tanda bahwa usia aplikasi tersebut tidak akan lama lagi. Ini merupakan strategi untuk menarik lebih banyak korban dalam waktu singkat.
AMV sendiri bahkan sempat diberitakan oleh media cetak, dengan judul seperti “AMV Global Indonesia Komitmen Masa Depan Lebih Baik.” Sangat disayangkan bahwa media turut memberitakan aplikasi yang jelas-jelas merupakan penipuan investasi bodong. Pemberitaan semacam ini justru dapat membuat masyarakat percaya dan semakin banyak yang menjadi korban.
