JABAR EKSPRES – Indonesia memiliki dua perusahaan besar yang bergerak di bidang penjualan rokok, yakni PT Gudang Garam dan PT Djarum.
Baik PT Gudang Garam maupun PT Djarum, kedua perusahaan ini telah berdiri selama puluhan tahun lamanya.
Namun untuk PT Gudang Garam, kabarnya saat ini berada di ambang kebangkrutan setelah bertahan begitu lamanya.
Baca Juga:Waw! Danantara Beri Suntikan Dana ke Garuda Indonesia dengan Nominal SeginiUsai Dewangga dan Julio Cesar, Persib Bakal Umumkan 2 Pemain Baru Berikutnya
Di sisi lain, tampaknya menarik untuk membandingkan kekayaan yang dimiliki oleh bos-bos dari kedua perusahaan rokok tersebut.
Diketahui bahwa Gudang Garam dimiliki oleh Susilo Wonowidjojo dan keluarganya, sedangkan Djarum dimiliki oleh Budi Hartono dan Michael Hartono.
Kedua bos dari dua perusahaan rokok ini diketahui sama-sama memiliki kekayaan melimpah, tetapi ini perbandingannnya.
Perbandingan Kekayaan Bos Gudang Garam vs Djarum
1. Gudang Garam
Melansir laman forbes.com, per November 2024 yang lalu diketahui bahwa kekayaan yang dimiliki oleh Susilo Wonowidjojo berada di angka USD2,9 miliar atau kurang lebih sekitar Rp478,7 triliun.
Tentu kekayaan yang dimiliki tersebut tidaklah terkumpul secara instan, ini bermula dari ayahnya bernama Surya yang memulai bisnis di dunia tembakau pada tahun 1958.
Perusahaan Gudang Garam juga sempat diambil alih oleh kakak dari Susilo, Rachman Halim hingga kematiannya pada tahun 2008.
Sehingga Susilo baru benar-benar menjadi bos dari perusahaan rokok ini pada tahun 2009 yang lalu.
Baca Juga:Rezeki Nomplok dari Link DANA Kaget Gratis Edisi Hari Ini, Klik Tautan dan Dapatkan UangSetelah Wiliam dan Luciano, Persib Bakal Umumkan 2 Pemain Baru Besok, Ini Sosoknya
2. Djarum
Nama Budi Hartono dan Michael Hartono sudah tak asing di telinga masyarakat Indonesia, keduanya selalu berada di daftar teratas orang terkaya di Tanah Air.
Diketahui bahwa kekayaan dari dua bersaudara ini menurut Forbes berada di angka USD50,3 miliar atau sekitar Rp816,5 triliun.
Tidak dipungkiri bahwa dasar kekayaan mereka berasal dari perusahaan rokok yang mulanya dijalankan oleh ayahnya.
Akan tetapi, kemudian mereka membeli saham dari Bank Central Asia yang juga menjadi salah satu sumber kekayaannya.
Di samping dari perusahaan rokok dan BCA, sumber kekayaan mereka juga berasal dair merek elektronik terkenal di Indonesia yakni Polytron.
Siapa yang Lebih Tajir?
Sudah jelas dibeberkan di atas terkait jumlah kekayaan masing-masing bos dari dua perusahaan rokok tersebut.
