Advan X1 menggunakan sistem operasi Dido OS berbasis Android 14. Tampilan antarmukanya sederhana, cenderung mengikuti gaya bawaan Android dari Google. Namun, beberapa ikon aplikasi bawaan terlihat kuno dan tidak konsisten dengan desain modern Android saat ini.
Fitur-fitur tambahan seperti Flip to Silent, App Clone, dan DuraSpeed (fitur untuk memprioritaskan aplikasi aktif) menjadi nilai tambah meskipun belum semua fitur dimaksimalkan, seperti Electronic Image Stabilization (EIS) yang absen meski hardware mendukung.
Kelebihan:
- Spesifikasi tinggi di harga murah
- Layar besar, resolusi tajam, dan refresh rate 120 Hz
- Dukungan NFC dan gyroscope
- RAM besar dan penyimpanan cepat (UFS)
- Desain menarik dengan dua varian warna
Kekurangan:
Baca Juga:Skema Pinjaman KUR BRI 100 Juta Terbaru Juni 2025, Bunga Ringan dan Tanpa RibetSiap Klaim Hadiah Saldo DANA Gratis dari Main Game Sekarang
- Kualitas speaker kurang nendang
- Layar kurang terang di bawah sinar matahari
- Mikrofon dan perekaman video masih perlu peningkatan
- Belum jelas soal update sistem ke depan
Advan X1 merupakan simbol comeback yang cukup berani dan menjanjikan dari Advan. Dengan harga yang sangat bersaing, HP ini berhasil menawarkan spesifikasi yang biasanya hanya ditemukan di smartphone Rp2 juta ke atas. Untuk kamu yang mencari smartphone gaming murah, fitur lengkap, dan memori lega, Advan X1 layak jadi pilihan.
Namun, bagi pengguna yang lebih mementingkan kualitas audio, kecerahan layar, dan pengalaman kamera yang stabil, mungkin bisa mempertimbangkan opsi lain. Advan X1 cocok untuk mereka yang fokus pada performa dan multitasking, dengan kompromi pada aspek multimedia dan estetika sistem.
Advan X1 membuktikan bahwa brand lokal juga bisa bersaing di pasar smartphone. Kini tinggal bagaimana Advan menjaga konsistensi dan menyempurnakan sisi software serta pengalaman pengguna. Jika terus seperti ini, bukan tidak mungkin Advan bisa jadi “kuda hitam” di pasar smartphone entry-level tanah air.
