JABAR EKSPRES – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa negaranya telah melakukan “serangan yang sangat berhasil” pada tiga lokasi fasilitas nuklir di Iran pada Sabtu (21/6).
Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa seluruh pesawat tempur AS sudah meninggalkan wilayah udara Iran, di tengah situasi kawasan Timur Tengah yang semakin memanas.
Serangan tersebut dilaporkan terjadi setelah permintaan dari pihak Israel, yang sebelumnya lebih dulu melancarkan serangan udara ke beberapa target di Iran. Selain itu, Israel juga tercatat pernah menyerang fasilitas yang berkaitan dengan program nuklir Iran di waktu lampau.
Baca Juga:4 Rekomendasi Biji Kopi untuk V60, Nikmat dan Mantap!Bocoran Honkai Star Rail 3.4, Collab dengan FST: UBW
Langkah AS yang terlibat langsung mendukung operasi militer Israel ini bertolak belakang dengan peringatan keras dari pihak Iran agar Amerika tidak ikut campur. Tindakan ini dikhawatirkan akan memperburuk eskalasi konflik di kawasan yang sudah tegang.
Tidak menutup kemungkinan, Iran akan membalas serangan tersebut dengan menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di berbagai negara Timur Tengah.
Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, dalam pernyataan terbarunya melalui video, menegaskan bahwa campur tangan Amerika dalam konflik dengan Israel akan mendatangkan dampak yang sangat serius.
Sementara itu, sejumlah media di Amerika memberitakan bahwa militer AS mengerahkan berbagai senjata canggih, termasuk pesawat pengebom siluman B-2 dan rudal penghancur bunker yang dirancang khusus untuk merusak fasilitas bawah tanah seperti reaktor nuklir Iran.
Serangan Israel yang berlangsung sejak 13 Juni telah memicu balasan dari Iran berupa serangan rudal ke wilayah Tel Aviv, yang menimbulkan banyak korban jiwa dan luka di kedua pihak yang bertikai.
SUMBER: ANTARA
