Pemkot Cimahi Mulai Adopsi Teknologi Ubah Sampah Plastik Jadi Solar

Pemkot Cimahi Mulai Adopsi Teknologi mengubah sampah jadi solar
Pemkot Cimahi Mulai Adopsi Teknologi mengubah sampah jadi solar
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Isu pengolahan sampah plastik kian menjadi perhatian seiring meningkatnya volume limbah plastik yang sulit terurai.

Di tengah tantangan itu, Kota Cimahi mulai melirik teknologi pirolisis sebagai solusi alternatif.

Bersama Get The Fest dalam HUT Kota Cimahi ke-24 di Gedung DPRD Kota Cimahi, Sabtu (21/6/2025), pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar seperti solar dan bensin dipamerkan sebagai bentuk inovasi ramah lingkungan.

Baca Juga:PFI Bogor Pamerkan Foto 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Bogor di Situ Plaza CibinongMedia vs Polres Banjar Sajikan Laga Santai Penuh Kejutan

Koordinator Waste Management, Ine Febriyanti, menjelaskan hampir semua jenis plastik dapat diolah melalui metode pirolisis, kecuali beberapa jenis tertentu seperti PET dan PVC.

“Biasanya kalau botol-botol plastik masih bisa dijual ke pengepul. Tapi jenis seperti keresek, saset, itu nggak laku, justru itu yang kita olah jadi solar,” ujar Ine saat ditemui di lokasi acara.

Teknologi pirolisis ini memanfaatkan fakta bahwa bahan dasar plastik berasal dari minyak bumi.

Melalui proses pemanasan tanpa oksigen, plastik diurai kembali menjadi bentuk awalnya, yakni bahan bakar minyak.

“Kenapa bisa jadi solar? Karena semua bahan dasar dari plastik itu awalnya minyak bumi, jadi kita kembalikan lagi ke minyak buminya dengan teknologi pirolisis itu tadi,” lanjutnya.

Meski demikian, tidak semua jenis plastik cocok untuk diolah dengan teknologi ini.

Ine menekankan bahwa jenis PET (Polyethylene Terephthalate) dan PVC (Polyvinyl Chloride) tidak bisa digunakan.

Baca Juga:Bahaya BPA Mengintai, Galon Lanjut Usia Bisa Racuni 111 Juta Konsumen Indonesia Dedie Rachim Pastikan Pembongkaran JPO Paledang Bogor Tuntas Akhir Tahun 2025, Digantikan Pelican Crossing

“Kalau PET itu mengandung tar yang bisa menyumbat mesin kami. Jadi harus sering maintenance. Sedangkan PVC kandungan klorinnya tinggi, nanti malah keluar asap dari mesin yang sebenarnya bersih,” jelasnya.

Jenis plastik yang bisa diolah meliputi bekas bungkus kopi, saset, dan plastik kresek.

Dalam satu kali proses, mesin berkapasitas 20 kilogram bisa menghasilkan solar dalam waktu 3-4 jam. Tak hanya solar, produk lain seperti bensin juga bisa dihasilkan dengan pengaturan temperatur mesin.

“Bisa juga bensinnya, tinggal kita atur temperatur mesinnya aja sih,” ungkap Ine.

“Dan itu bisa langsung dipakai untuk kendaraan. Kita pernah pakai buat bis, bahkan mobil Fortuner dari Bali ke Bandung juga pakai solar hasil olahan kami,” sambungnya.

0 Komentar